Inilah Perbedaan Glukosa, Sukrosa dan Fruktosa
Jika kita perhatikan komposisi suatu makanan kemasan, mungkin kita akan menemukan sukrosa, glukosa, atau fruktosa di dalamnya.
Fruktosa tidak akan dialirkan ke dalam darah, sehingga membuat kadar gula darah stabil.
Alih-alih ke darah, fruktosa akan masuk ke dalam hati dan diproses di dalam organ tersebut.
Fruktosa juga bersifat lipogenik, sehingga dapat merangsang produksi sel lemak.
Keberadaan fruktosa tidak merangsang produksi hormon leptin yang bertugas mengatur asupan dan pengeluaran energi.
Nah, maka itu, kalau orang kelebihan fruktosa dikhawatirkan penumpukan lemak akan lebih cepat terjadi dibandingkan jika kelebihan glukosa.
Kelebihan fruktosa memiliki efek yang sama dengan orang yang kelebihan makanan berlemak.
Sukrosa Lalu bagaimana dengan metabolisme sukrosa? Nah, karena gula ini belum dalam bentuk paling sederhana, sukrosa akan dipecah terlebih dahulu oleh bantuan enzim bernama beta-fruktosidase.
Setelah dipecah jadi glukosa dan fruktosa, selanjutnya fruktosa dan glukosa ini akan masuk ke dalam jalur metabolisme nya masing-masing.
Dari mana sumber ketiga jenis gula ini? Dalam suatu makanan sebenarnya bisa mengandung glukosa, fruktosa maupun disakarida.
Contohnya dalam buah dan sayur terdapat berbagai macam jenis gula.
Fruktosa memang secara alamiah ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayur-sayuran.
Berbeda dengan glukosa yang bisa ditemukan dalam sumber lain seperti sayur, buah, biji-bijian beserta olahannya seperti roti, nasi, pasta, mi, tepung-tepungan.
Glukosa juga bisa ditemukan dalam ubi, singkong, kentang, bihun.
Fruktosa juga sering dijadikan sebagai komponen pemanis dalam minuman seperti soda, dan minum-minuman manis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gula_20180815_231010.jpg)