Jumat, 1 Mei 2026

Penculik Filipina Telepon Keluarga Nelayan Sulawesi Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Komplotan penculik asal Filipina nelayan Indonesia, kini meminta uang tebusan senilai 4 juta ringgit atau sekitar Rp 14,4 miliar.

Tayang:
PHOTO: EPA-EFE
Tiga nelayan Indonesia berhasil dibebaskan oleh militer Filipina setelah menjadi korban penculikan dan penyekapkan oleh milisi Aby Sayyaf di Zamboanga. Tampak seorang perwira Indonesia mendampingi ketiga nelayan yang sudah berhasil dibebaskan. 

TRIBUNKALTIM.CO,  KOTA KINABALU--- Komplotan penculik asal Filipina yang diyakini merupakan pelaku penculikan dua nelayan Indonesia, kini meminta uang tebusan senilai 4 juta ringgit atau sekitar Rp 14,4 miliar.

Seperti diketahui, dua pekan lalu, kelompok itu menculik dua nelayan Indonesia di dermaga Pulau Gaya, Semporna, negara bagian Sabah, Malaysia.

Komisioner Kepolisian Sabah, Datuk Omar Mammah, mengatakan keluarga salah satu korban penculikan menerima panggilan dari pelaku pada Selasa (18/9/2018) pukul 10.24.

Penelepon meminta uang tebusan agar para korban dapat dibebaskan dengan selamat.

Tiga nelayan Indonesia berhasil dibebaskan oleh militer Filipina setelah menjadi korban penculikan dan penyekapkan oleh milisi Aby Sayyaf di Zamboanga. Tampak seorang perwira Indonesia mendampingi ketiga nelayan yang sudah berhasil dibebaskan.
Tiga nelayan Indonesia berhasil dibebaskan oleh militer Filipina setelah menjadi korban penculikan dan penyekapkan oleh milisi Aby Sayyaf di Zamboanga. Tampak seorang perwira Indonesia mendampingi ketiga nelayan yang sudah berhasil dibebaskan. (PHOTO: EPA-EFE)

"Istri dari salah satu korban, yang tinggal di Sulawesi, Indonesia, menerima panggilan dari Filipina," katanya, seperti dikutip dari Straits Times, Selasa (25/9/2018).

"Sejauh ini, tidak ada tenggat waktu yang diberikan," imbuhnya.

Omar mengatakan, polisi telah banyak menerima informasi termasuk dari nelayan yang melihat perahu, yang diyakini merupakan milik para pelaku.

"Kami berupaya mengintensifkan keamanan dari utara Kudat sampai selatan Tawau. Sejauh ini, pelaku tidak melakukan ancaman," ujarnya.

Dia juga menyoroti penggunaan pump boat oleh nelayan, meski tidak mencapai wilayah perairan terbuka.

Pasalnya, pemerintah negara bagian Sabah mempertimbangkan untuk mencabut larangan tersebut.

"Kami masih menunggu keputusan pemerintah. Kami akan melihat pembenaran atas penggunaan pump boat." kata Omar.

"Jika pemerintah lanjut melarang sarana tersebut, kami akan mengikuti keputusan itu dan menegakkan hukum," ucapnya.

Pump boat memang telah dilarang sejak 7 tahun lalu menyusul serangkaian aksi kriminal di perbatasan pesisir timur Sabah, terutama penculikan.

Perbatasan maritim dengan Filipina itu bisa ditempuh dengan kapal dalam waktu satu jam dari daratan utama. (*)

Penulis Veronika Yasinta

EditorVeronika Yasinta SumberStraits Times

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penculik Nelayan Indonesia di Sabah Minta Tebusan Rp 14 Miliar", https://internasional.kompas.com/read/2018/09/25/13525961/penculik-nelayan-indonesia-di-sabah-minta-tebusan-rp-14-miliar.
Penulis : Veronika Yasinta
Editor : Veronika Yasinta

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved