Permukiman Padat di Samarinda Ludes Terbakar, Ratusan Siswa Kabur dari Kelas
Kebakaran kembali melanda warga kota Samarinda. Kali ini si jago merah membakar kawasan permukiman padat penduduk
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Januar Alamijaya
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
Permukiman Padat di Samarinda Ludes Terbakar, Ratusan Siswa Kabur dari Kelas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebakaran kembali melanda warga kota Samarinda. Kali ini si jago merah membakar kawasan permukiman padat penduduk, Senin (22/10/2018).
Kejadian terjadi di jalan Lambung Mangkurat, Gang 6, RT 21 dan RT 26, di kelurahan Pelita dan kelurahan Sidomulyo, sekitar pukul 10.40 Wita.
Lokasi kebakaran yang berada di dekat sekolahan MTS Sulaiman Yasin, membuat 176 pelajar yang saat itu tengah belajar di kelas, berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Baca: Kebakaran di Belakang Masjid At Taqwa Balikpapan, 4 Rumah Ludes
Kendati demikian, gedung MTS yang berada tepat di depan lokasi kebakaran hanya terdampak saja, tidak sampai membuat gedung sekolah ludes terbakar.
"Saat itu memang sedang belajar di kelas, lalu kami cium bau kabel hangus, ternyata api sudah mulai membesar dari rumah pak RT," ucap Kepala MTS Sulaiman Yasin, Yusniansyah, Senin (22/10/2018).
"Api belum membesar kami langsung pulangkan siswa. Bagian depan sekolah saja yang terdampak," tambahnya.
Sementara itu, dari data yang ada, terdapat 5 rumah ludes terbakar di RT 21, mengakibatkan 44 jiwa dari 5 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan 6 rumah terbakar di RT 26, dengan korban jiwa 40 orang dari 10 KK.
"Ini memang kawasan padat penduduk, gang sempit, dan bangunan rumah terbuat dari kayu, jadi memang api cepat menyebar ke bangunan lainnya," ucap Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, Abdul Rahman.
Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran di Sungai Kunjang, Rizal Tinggalkan Game Online Bantu Padamkan Api
Untuk korban jiwa luka diketahui tidak ada, namun terdapat satu personel LSM relawan yang pingsan saat berupaya memadamkan api.
"Korban tidak ada, hanya ada satu anggota relawan tadi yang pingsan. Sekitar 30 menitan kita dapat tangani, dibantu dari PMK dan LSM relawan,"terangnya.
Hingga saat ini kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya api membesar. Diduga kuat api membesar akibat korsleting listrik di rumah ketua RT 21.
Baca: Kebakaran Lahan di Petung, Dua Saksi Sudah Diperiksa Polres PPU
"Diduga memang korsleting dari rumah pak RT, saat ini kita masih menunggu tenang dulu, baru mulai kita lakukan penyelidikan," ungkap Wakapolsek Samarinda Kota, AKP Suyoto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebakaran_20181022_133942.jpg)