Edisi Cetak Tribun Kaltim
Xpress Air Buka Rute Penerbangan Samarinda-Yogya
mulai Jumat (26/10), PT Angkasa Pura 1 (Persero) diikutsertakan mengelola Bandara APT Pranoto bersama Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU)
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
Dikonfirmasi mengenai proses kesiapan itu, Kepala UPBU APT Pranoto Wahyu Siswoyo menjelaskan, saat ini sedang berkoordinasi dengan maskapai soal peningkatan operasional.
"Koordinasi terkait ground handling, ruangan dan lainnya," katanya singkat dihubungi Jumat (26/10).
Mengenai sejauh mana persiapan itu ground handling, dirinya meminta untuk sabar, karena masih dikoordinasikan terus. Soal peningkatan sumberdaya manusia, dia berujar belum tahu detail. Ia masih fokus membahas rapat persiapan memenuhi target dua minggu ke‑depan
"Sabar‑sabar, ini lagi dirapatkan. Yang jelas yang telepon Garuda, Lion dan Xpress Air,"katanya mengakhiri wawancara.
Diserahkan Angkasa Pura
Pemerintah menyerahkan pengelolaan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, kepada PT Angkasa Pura I (persero).
Serah terima usai dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltim, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan PT Angkasa Pura I (Persero) tentang rencana kerja sama pengoperasian bandara ini.
"Dengan kapasitas runway yang cukup 2.250 meter kami pikir bandara ini bisa berfungsi lebih maksimal. Oleh karenanya kita akan menugaskan PT Angkasa Pura I untuk selaku pengelola nanti diikuti dengan kerjasama pengelolaan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Jumat (26/10).
Baca: Resmikan Bandara APT Pranoto, Jokowi Perintahkan Menhub Dalam 2 Minggu Ada Penerbangan Ke Jakarta
Diharapkan saat di bawah Angkasa Pura I, Bandara APT Pranoto dapat dikelola lebih profesional dan tanpa menggunakan APBN.
Selain memberikan kesempatan kepada AP I untuk mengelola, Menhub juga akan memberi peluang kepada pemerintah daerah melalui BUMD untuk turut mengelola bandara tersebut.
Menhub berharap, dengan pengoperasian Bandara APT Pranoto ini akan membuka aksesibilitas khususnya bagi masyarakat Samarinda.
"Kita tahu bahwa transportasi udara mempunyai karakteristik yang cepat dan mudah dan bagi Samarinda kita tahu persis bahwa ini memberikan suatu aksesibilitas yang baik sekali. Karena penumpang dari Samarinda tidak harus ke Balikpapan dulu, tapi nanti bisa langsung ke Jakarta dan Surabaya," ungkap dia.
Saat ini Bandara APT Pranoto masih dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) di bawah Kementerian Perhubungan dengan status lahan telah dihibahkan sepenuhnya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan dioperasikan Angkasa Pura I, Bandara APT Pranoto tentunya akan lebih dikembangkan. Pada sisi udara, Bandara APT Pranoto memiliki dimensi ukuran runway 2.250 x 45 meter, apron 30 x 123 meter, dan taxiway dengan dimensi 173 x 23 meter.
Dengan begitu maka saat ini Bandara APT Pranoto telah dapat didarati pesawat sejenis Boeing 737‑900ER. Pada sisi darat bandara APT Pranoto memiliki terminal penumpang seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung 1,5 juta penumpang pertahun. (dro/cde/lp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tribun-kaltim_20181027_091404.jpg)