UMP 2019 Kaltim Ditetapkan, UMK Samarinda Menyusul dengan Besaran Ini

Meski demikian, kata Erham, penetapan UMK 2019 Samarinda tetap harus meminta kesepakatan Dewan Pengupahan Kota (DPK).

UMP 2019 Kaltim Ditetapkan, UMK Samarinda Menyusul dengan Besaran Ini
Kontan
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Isran Noor, resmi meneken Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019.

Besarannya yakni Rp 2.747.561. UMP 2019 naik 8,03 persen, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri.

Penetapan UMP 2019 ini berlangsung Kamis (1/11/2018).

Selanjutnya, penetapan UMP tingkat provinsi ini akan ditindaklanjuti Pemkab/Pemkot dengan menetapkan upah minimum kota/kabupaten (UMK).

Di Samarinda, penetapan UMK 2019 tampaknya juga mengacu pada SE Menaker, dengan kenaikan sebesar 8,03 persen dibandingkan UMK tahun sebelumnya.

"Dengan ada PP ini (PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan) jadi lebih simple. Tidak ribet," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda, Erham Yusuf.

Diketahui, dalam PP 78 Tahun 2015 diatur formula kenaikan UMP. Yakni berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara nasional.

"UMK untuk Samarinda tak ada masalah. Tinggal penetapan saja. Tapi harus melalui mekanisme. Salah satunya melihat UMK Kaltim," kata Erham.

Meski demikian, kata Erham, penetapan UMK 2019 Samarinda tetap harus meminta kesepakatan Dewan Pengupahan Kota (DPK).

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved