Senin, 25 Mei 2026

Edisi Cetak Tribun Kaltim

43 Pasangan Ikut Nikah Mubarakah, Hindari Pacaran, Makin Mantap setelah Dikarantina

Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan menggelar pernikahan massal 'Mubarakah' yang diikuti 43 pasang santri

Tayang:
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim
Tribun Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO - PENGURUS Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan menggelar pernikahan massal 'Mubarakah' yang diikuti 43 pasang santri. Acara nikah massal berlangsung di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan Timur, Minggu (11/11). 

HADIR sejumlah pejabat Kaltim, di antaranya Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud, dan pimpinan serta santri Ponpes Hidayatullah.

Menurut Ketua Yayasan Hidayatullah Pusat Balikpapan, Hamzah Akbar, pernikahan mubarakah tersebut diikuti santri-santri Hidayatullah yang ditugaskan di daerah-daerah dan dinilai telah layak menikah. Pada nikah mubarakah kali ini, usia termuda umur 21 tahun dan yang paling tua 38 tahun.

"Kegiatan ini kadang setahun sekali, kadang juga dua tahun sekali," ujarnya. Pada nikah mubarakah tahun ini, Ponpes Hidayatullah menyediakan kuota sebanyak 50 pasangan. Namun yang memenuhi persyaratan hanya 43 pasangan.

"Padahal yang daftar itu ada hampir 70 pasangan, namun setelah diseleksi persyaratannya, yang lulus hanya 43 pasangan," ungkapnya.

Baca: Agus Yudhoyono Sebut Pilpres Hanya Untungkan PDIP dan Gerindra

Hamzah Akbar menuturkan, calon pasangan nikah mubarakah tersebut ada yang didaftarkan oleh Ponpes Hidayatullah dan ada pula yang mendaftar sendiri. Pasangan putra lanjutnya, kebanyakan merupakan da'i yang bertugas di daerah seluruh indonesia, sementara pasangan putrinya mayoritas santri Ponpes Hidayatullah Balikpapan.

"Calon puteranya ini ada yang dari Manokwari, Aceh, Bali, Palu dan daerah lainnya," ucapnya.

Dikemukakan, pola pernikahan mubarakah di Hidayatullah ini sudah menjadi tradisi dengan menikahkan santri-santri yang dididik di Hidayatullah. Setelah dinikahkan baru mereka ditugaskan kembali ke daerah dengan membawa serta istrinya.

"Harapannya dapat menjadi penguatan terhadap penugasannya, sehingga sang istri dapat menunjang kegiatan dakwah suaminya di daerah. Bahkan menjadi da'i dan da'iyah di daerah," pungkas Hamzah.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Gugur Massal Terjadi di Tes SKD CPNS 2018, KemenpanRB Ambil Langkah Ini

Salah seorang santri Ponpes Hidayatullah gunung tembak, Balikpapan yang mengikuti Pernikahan Mubarakah, Abdul Rauf mengaku termotivasi mengikuti kegiatan tersebut karena santri-santri putri yang terdidik di Ponpes Hidayatullah merupakan calon pasangan ideal dalam hal religiusitasnya. 

"Motivasi saya ikut nikah mubarakah ini karena saya yakin, santri putri yang ada di Hidayatullah ini terjamin tingkat keagamaannya," ungkap pria asal Desa Labangka, Penajam Paser Utara tersebut.

Lanjut Rauf, dirinya juga mengikuti pernikahan mubarakah tersebut karena ingin menghidari yang namanya status pacaran. Menurutnya, pernikahan mubarakah ini merupakan syiar agama yang besar dan memberikan pesan bahwa berpacaran itu bukan cara yang tepat dalah hal perjodohan.

"Saya ikut nikah mubarakah ini juga untuk menghindari berpacaran mas," ujarnya.

Diakuinya, dari 8 bersaudara, hanya dirinya yang menikah melakui nikah mubarakah ini. Awal mendaftar dirinya sempat bimbang dalam memantapkan pilihannya tersebut, setelah melalui karantina dan arahan tentang tujuan pernikahan selama dia minggu, dirinya menjadi semakin mantap mengikuti nikah mubarakah terrsebut. 

Baca: Mobil Mewahnya Dirusak Selebgram Maell Lee, Raffi Ahmad tak Berani Komplain

Terlebih, dirinya semakin siap karena metode yang dilakukan merupakan metode yang diajarkan dalam syariat islam tentang pernikahan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved