Sering Kebakaran, Warga Ujoh Bilang Mahulu Usulkan Pemadam Portabel

Permukiman penduduk di Ujoh Bilang bisa dianggap rawan terhadap bencana kebakaran, sementara perlengkapan infrastruktur penanganan belum maksimal.

Sering Kebakaran, Warga Ujoh Bilang Mahulu Usulkan Pemadam Portabel
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Suasana kondisi terakhir dua rumah di Jalan Bang Juk, Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun pasca dilahap api, Selasa (13/11/2018) pagi. 

Peristiwa ini ke depan perlu ada evaluasi dan penanganan pencegahan bencana kebakaran secara sempurna.

PT Pos Indonesia Hentikan Pengiriman Buku Gratis Program Jokowi, Ini Alasannya

Pihaknya nanti bersama warga masyarakat di Ujoh Bilang akan mengusulkan adanya portable pemadam kebakaran di tiap lingkungan Rukun Tetangga (RT). 

“Sempat ada warga yang usulkan, tiap RT ada pemadam yang bisa dibawa kemana-mana, dibawa masuk sampai ke gang-gang. Tapi masih sekedar usulan saja belum diwujudkan,” kata Sengiang.

Satu Keluarga di Bekasi Ditemukan Tewas di Rumahnya, Ini Kronologinya

Alasannya muncul pengadaan pemadam portabel di tiap RT karena sebagian besar rumah warga di Ujoh Bilang masih berbahan baku dari kayu yang mudah terbakar oleh amukan si jago merah.

Saat terjadi bencana kebakaran, langsung cepat menjalar besar dan melebar ke berbagai sisi.

Lagi pula ditambah, jalan utamamnya pun dianggap sempit. Kadang banyak warga yang memarkirkan kendaraan seperti sepeda motor di pinggir jalan akibatnya ruas jalan hanya mampu memuat satu kendaraan roda empat.

“Kemarin itu mobil damkar susah mau masuk ke jalan sini (ruas jalan poros Ujoh Bilang pinggir Sungai Mahakam). Banyak parkir motor di pinggir jalan, ditambah warga yang menonton,” ungkapnya.

Jonathan Bauman Absen Melawan PSIS Semarang, Seberapa Parah Cedera Striker Asing Persib Bandung?

Kejadian kebakaran yang melanda tengah malam hari, Senin (12/11/2018), melahap dua rumah yang pemiliknya bernama Damianus Lejo dan istrinya Marhta Iroh.

Rumah terbuat dari bahan kayu. Keberadaan barang-barang di dalam rumah tidak banyak dievakuasi, sebab jiliatan api sangat cepat melahap bangunan rumah kayunya.

Informasi dugaan awal, penyebab kebakaran rumah dikarenakan arus pendek tegangan listrik. Sumber titik api kebakaran berada persis di bangunan rumah samping rumah yang dihuni keluarga Marhta Iroh. Bencana ini menghanguskan dua rumah. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved