Edisi Cetak Tribun Kaltim
Harga Sembako di Perbatasan Bisa Terkendali, Pemprov Kaltara Gelontorkan Subsidi Angkut Rp 9 Miliar
Moda transportasi alternatif untuk mendistribusikan bahan kebutuhan pokok ke perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara ialah melalui jalur udara dan
Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
"Kita harapkan masyarakat kita di perbatasan ikut memanfaatkan pesawat kargo ini. Artinya ketika pesawat itu kembali ke Tarakan, bisa diangkutkan hasil pertanian atau perkebunan masyarakat. Jadi ada efek ganda," kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.
Baca: Kisah Perawat Puskesmas Apung, Pakai Perahu Bertugas ke ke Pedalaman Mahulu
Program 'Tol Udara' lanjutnya, sejauh ini ikut membantu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Daerah. Sebab 'Tol Udara' rute Long Ampung (Malinau) langsung ditangani Perusda Intimung bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Long Ampung.
"Begitupun dengan barang-barang dari daerah pperbatasa. Informasi dari Perusda Tarakan, sudah ada ada pengusaha di Tarakan yang mau menampung hasil bumi dari Malinau dan Krayan," sebutnya.
"Kita juga masih terus melakukan komunikasi dengan pusat, melalui kementerian terkait agar program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang hingga transportasi ke wilayah perbatasan lewat darat sudah lancar," katanya.
Selain pemberian subsidi, secara jangka panjang pemerintah tengah berusaha membangun infrastruktur untuk membuka keterisoalisian wilayah. Utamanya ke daerah perbatasan dan pedalaman. (wil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tribun-kaltim-15-november-2018.jpg)