Kamis, 14 Mei 2026

'Hand Tapping', Tato Tradisional Suku Dayak yang Kembali Menggeliat

Ini adalah pemandangan yang terlihat dalam festival tato, Ber Ink Man, yang diadakan oleh komunitas tato, Balikpapan Tattoo Lovers.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/CHRISTINE
Ucin (kiri) dan Izi (tengah), sedang menato pelanggan dengan teknik 'hand tapping,' dalam festival tato Ber Ink Man di Pantai Banua Patra, Balikpapan, Minggu (18/11/2018). 

Tato bunga terong, misalnya, dengan gambar tali nyawa (bentuk usus pada katak)   di bagian tengahnya merupakan penanda bahwa seorang lelaki dari suku Dayak telah memasuki masa usia dewasa.

Dijelaskan Izi, meski mengangkat tema tradisional, peralatan yang mereka gunakan haruslah tetap berstandar kesehatan yang jelas.

"Jadi jarumnya tetap sekali pakai, setelah dipakai akan langsung dibuang. Kemudian tintanya juga kami gunakan tinta berkualitas tinggi, bukan lagi tinta dengan arang seperti zaman dulu. Ini tradisional, tapi modern," tukasnya.

Lebih lanjut, dia berharap agar pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak-pihak seperti dirinya untuk bisa menghidupkan serta mengangkat kebudayaan di tanah Kalimantan agar ciri khasnya tidak hilang.

Bukan hanya tato, tapi kebudayaan lain seperti tari-tarian, lagu, dan musik daerah.

"Karena kebudayaan kita mendapat apresiasi yang luar biasa dari luar, jangan sampai kita sendiri malah mengabaikannya, dan akhirnya malah punah," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved