'Hand Tapping', Tato Tradisional Suku Dayak yang Kembali Menggeliat
Ini adalah pemandangan yang terlihat dalam festival tato, Ber Ink Man, yang diadakan oleh komunitas tato, Balikpapan Tattoo Lovers.
Tato bunga terong, misalnya, dengan gambar tali nyawa (bentuk usus pada katak) di bagian tengahnya merupakan penanda bahwa seorang lelaki dari suku Dayak telah memasuki masa usia dewasa.
Dijelaskan Izi, meski mengangkat tema tradisional, peralatan yang mereka gunakan haruslah tetap berstandar kesehatan yang jelas.
"Jadi jarumnya tetap sekali pakai, setelah dipakai akan langsung dibuang. Kemudian tintanya juga kami gunakan tinta berkualitas tinggi, bukan lagi tinta dengan arang seperti zaman dulu. Ini tradisional, tapi modern," tukasnya.
Lebih lanjut, dia berharap agar pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak-pihak seperti dirinya untuk bisa menghidupkan serta mengangkat kebudayaan di tanah Kalimantan agar ciri khasnya tidak hilang.
Bukan hanya tato, tapi kebudayaan lain seperti tari-tarian, lagu, dan musik daerah.
"Karena kebudayaan kita mendapat apresiasi yang luar biasa dari luar, jangan sampai kita sendiri malah mengabaikannya, dan akhirnya malah punah," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tato-hand-tapping.jpg)