Pemilu 2019
2018 Prajurit Brimob Kaltim Berkurang, Begini Cara Mereka Amankan Pemilu 2019
Kendati di tahun 2018 terjadi pengurangan prajurit Satbrimob Polda Kaltim. Tak mematahkan kepercayaan diri mereka mampu amankan agenda Pemilu 2019.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
2018 Prajurit Brimob Kaltim Berkurang, Begini Cara Mereka Amankan Pemilu 2019
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kendati di tahun 2018 terjadi pengurangan prajurit Satbrimob Polda Kaltim.
Tak mematahkan kepercayaan diri mereka mampu amankan agenda Pemilu 2019.
Hal itu ditegaskan Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Polisi Mulyadi.
Ya, sekitar 300 prajurit berkurang di tahun 2018. Bukan gugur di medan konflik.
Garuda Online Travel Fair 2018 Mulai Hari Ini, Cek Harga Tiket Murah Rute Domestik dan Internasional
Dituding Penyebab Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten, Instagram Icha Gwen Diserang Netizen
Mereka digeser ke Brimobda Polda Kaltara yang baru terbentuk tahun ini. Brimobda Kaltim melepas 1 batalyon ke Polda Kaltara.
"Di tahun 2018 awal 1.400 personel kami. Terdiri dari 3 batalyon pelopor, dan detasemen gegana. Di tengah, Pemebentukan Polda Kaltara, kita lepas 1 batalyon. Sehingga Kekuatan berkurang, tinggal 1.100," ungkapnya.
Satbrimob Polda Kaltim masuk kategori tipe A, dimana salah satu prasyaratnya minimal memiliki 3 batalyon.
"November ini rencana mau betuk batalyon C. Gegana kita sebar juga di Berau dan Paser. Kami juga bakal membuka kompi baru di Kubar dan Kutim," bebernya.
Tak Cuma Icha Gwen, Sri Devi Juga jadi Sasaran Warganet Dituduh Pelakor Rumah Tangga Gading-Gisel
Respons Sri Mulyani Kala Prabowo Subianto Sarankan Pemerintah Indonesia Belajar Pajak ke Zambia
Saat ditanya apakah pihaknya tak meminta tambahan personel di tingkat pusat, Mulyadi mengatakan hal itu sudah dilakukan.
"Kita sudah ajukan ke Koorbrimob dan Polda Kaltim. Soal perrsonel Klasik, hal itu juga bukan untuk dikeluhkan, kita harus punya strategi," jawabnya.
Menurutnya, solusi untuk menutupi kuantitas personel, jawabannya dengan meningkatkan kualitasnya.
"Kita maksimalkan kemampuan anggota. Menangani unjuk rasa, biasanya melibatkan 1 kompi, kita bisa turunkan cukup 1 pleton. Catatannya profesional," ujarnya.
Bila terjadi kondisi tak terkendali di lapangan, formasi tak boleh bubar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/komandan-satuan-brimobda-polda-kaltim-kombes-polisi-mulyadi.jpg)