Sederat Fakta Reuni 212, dari Kedatangan Prabowo hingga Surat Hoaks Siaga 1 Sebelum Hari H

Acara reuni akbar itu diselenggarakan diawali dengan lantunan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", lagu nasional, dan pembacaan ayat suci Al Quran.

Sederat Fakta Reuni 212, dari Kedatangan Prabowo hingga Surat Hoaks Siaga 1 Sebelum Hari H
Tribunnews.com/Gita Irawan
Massa aksi Reuni 212 tampak mulai berjalan kaki menuju Monumen Nasional karena akses jalan telah ditutup pada Minggu (2/12/2018) sekira pukul 06.00 WIB. 

2. Sempat Muncul Surat Hoaks Siaga 1 

Dua hari sebelum hari H reuni akbar 212, beredar foto yang menayangkan surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai status Siaga 1 jelang kegiatan Reuni 212.

Adapan foto ini tersebar di aplikasi pesan WhatsApp sejak  Jumat (30/11/2018). Dilansir dari Kompas.com,  surat edaran ini meminta seluruh pegawai BIN untuk Siaga 1 mengantisipasi situasi dan kondisi yang mengganggu stabilitas keamanan nasional terkait Reuni 212 yang akan digelar pada Minggu (2/12/2018).

Dalam surat disebutkan, upaya melakukan Siaga 1 ini berdasarkan perintah dari Kepala BIN Budi Gunawan pada Kamis (28/11/2018). Kemudian, surat bernomor SE-116/XI/2018 ini juga memuat pemberitahuan kepada para pejabat BIN untuk tidak meninggalkan tempat tanpa seizin pimpinan, kecuali bagi yang bertugas khusus. Surat edaran ini dilengkapi logo BIN dan ditandatangani oleh Sekretaris Utama BIN pada 8 November 2018.

Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas, Prabowo Subianto: Saya Bangga Sebagai Anak Indonesia

Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, menegaskan bahwa surat edaran tersebut palsu atau hoaks.

"BIN tidak mengeluarkan surat itu, jadi tidak ada nilai kebenarannya, itu hoaks," ujar Wawan saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (1/12/2018). 

Lebih lanjut, pihak BIN masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang menciptakan surat edaran tersebut. Selain itu, Wawan juga mengimbau kepada masyarakat terhadap beredarnya surat Siaga 1 jelang aksi Reuni 212.

"Masyarakat agar tidak memercayainya sebelum melakukan cek dan ricek. Sekarang sudah diklarifikasi bahwa surat edaran itu adalah hoaks," ujar Wawan.

3. Dijaga 20 Ribu Personel Gabungan 

Reuni Akbar 212 ikut dijaga oleh personel gabungan.  Ada 20.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang  membantu pengamanan acara reuni tersebut.

Halaman
1234
Editor: Anjas Pratama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved