Dana Desa 11 Kampung di Long Bagun, Baru Terserap Rp 15 Miliar Lebih
Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung di perkampungan wilayah Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.
Penulis: Budi Susilo |
Dana Desa 11 Kampung di Long Bagun, Baru Terserap Rp 15 Miliar Lebih
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung di perkampungan wilayah Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur telah terserap mencapai Rp 15 miliar lebih, untuk semester pertama di tahun 2018.
Demikian diungkapkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Mahakam Ulu, Lawing Nilas, kepada Tribunkaltim.co, di Jl Bang Juk, Kampung Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Senin (3/12/2018).
Ia menguraikan, penyaluran alokasi dana kampung di keseluruhan Kecamatan Long Bagun mencapai Rp 20.368.000.000 sementara yang Dana Desa angkanya sedia Rp 14.399.000.000 dan Bantuan Keuangan dari Pemkab Mahakam Ulu disediakan Rp 3.499.000.000.
“Realisasinya sampai sekarang semester pertama baru Rp 15.424.000.000, Semoga realisasi tahun kedua seluruh dana bisa terserap semua secara baik,” katanya.
Dirinya sangat berharap, penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Kampung bisa memberikan efek yang baik bagi kemajuan kampung-kampung yang ada di Kecamatan Long Bagun. Infrastruktur semakin lengkap, pertumbuhan ekonomi diharapkan ikut naik, mengalami tren progresif.
21 Instansi Umumkan Daftar Peserta yang Berhak Ikut SKB CPNS 2018, Cek Namamu dalam Link Berikut Ini
Ramalan Zodiak Hari Ini Senin (3/12/2018): Taurus akan Sukses, Libra Saat yang Tepat Melamar Kekasih
Selama ini, ujarnya, penggunaan Alokasi Dana Kampung banyak terserap untuk pembangunan yang mengarah pada perbaikan dan peningkatan infrastruktur kampung yang muaranya untuk memperlancar kegiatan ekonomi pertanian. Di Kecamatan Long Bagun totalnya ada 11 kampung.
“Bangun jalan, dibuat dan ditingkatkan bagaimana supaya petani bisa mudah membawa barang hasil pertaniannya, dijual ke pasar. Bangun jalan, jembatn yang menunjang untuk kelancaran kegiatan usaha pertanian,” ujar Lawing.
Belum lama ini, Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh saat berpidato di hadapan masyarakat yang ada di Kecamatan Long Apari di Kampung Long Penaneh II, menegaskan, Pemkab Mahakam Ulu tidak fokus terlebih dahulu membangun pusat pemerintahan di Ujoh Bilang.
VIDEO - Warga Kapuas Heboh Ada Ular King Cobra Tak Bergerak Selama 4 Tahun, Ini Kata Panji Petualang
Arsenal Vs Tottenham - Tampil Menggila, Ini 5 Torehan Cemerlang Pierre-Emerick Aubameyang
Penggunaan anggaran daerah diprioritaskan lebih kepada proses pembangunan di tingkat kampung-kampung. Membangun daerah Mahakam Ulu dimulai dari pinggiran yang dilakukan secara sama-sama atau sistem semesta.
“Kenapa kita tidak bangun kantor bupati dahulu, seperti kabupaten tetangga kita yang dulu baru mekar langsung bangun kantor bupati. Saya tidak. Saya memilih bangun kampung-kampung dahulu, baru nanti bangun kantor bupati,” tegas Bupati Boni.
Sebab, kata dia, sebagian besar masyarakat Mahakam Ulu lahir, besar, dan hidup di wilayah perkampungan. Hampir 90 persen warga Mahakam Ulu konsentrasi kehidupannya berada di kampung.
Tips yang Bisa Dilakukan Generasi Milenial agar Gajimu tak Menguap Begitu Saja
Strategi Mario Gomez agar Persib Bandung Maksimal Hadapi PSCS Cilacap dan Barito Putera
“Warga kampung punya hak hidup layak. Lingkungan yang bersih, jalan layak, tersedia listrik, ada air bersih, fasilitas umum yang nyaman,” urainya. (ilo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pameran-pembangunan-di-kampung-batu-majang.jpg)