Peringatan Hari Nusantara di Kaltara, Maraknya Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan jadi Sorotan

Maraknya penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti pukat harimau, cantrang menjadi perhatian pemerintah.

Peringatan Hari Nusantara di Kaltara, Maraknya Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan jadi Sorotan
TRIBUNKALTIM/WIL
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memberi sambutan dalam Peringatan Hari Nusantara Tahun 2018 di Lapangan Again, Tanjung Selor, Rabu (18/12/2018).  

Peringatan Hari Nusantara di Kaltara, Maraknya Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan jadi Sorotan

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Peringatan Hari Nusantara juga dilaksanakan di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Rabu (19/12/2018).

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menjadi inspektur dalam upacara peringatan yang digelar di Lapangan Agatis tersebut.

Turut hadir Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio, Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit, Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto, dan sejumlah pejabat TNI dan organisasi perangkat daerah Pemprov Kalimantan Utara. 

Genap Berusia 60 Tahun, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie: Momen Intropeksi dan Mawas Diri

Bagikan DIPA, Gubernur Kaltara: Ingat, Tiap Rupiah Dikumpulkan dari Pajak dan PNBP!

Irianto Lambrie yang membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwasanya sejarah panjang terbentuknya negara kepulauan Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri.

Hal itu tidak terlepas dari kondisi geografis 75 persen wilayah Indonesia adalah lautan dengan hamparan wilayah pesisir mencapai 95.181 km. 

Sebagai salah satu negara yang memiliki bentangan garis pantai terpanjang di dunia, lanjutnya, Indonesia memiliki potensi unggulan dipandang dari sudut geopolitik, geostrategis dan geoekonomi.

Indonesia juga dikaruniai kekayaan sumber daya alam kelautan yang berlimpah, baik sumber daya alam hayati dan non-hayati, maupun jasa-jasa lingkungan sebagai aset nasional yang dapat dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Ia juga menguraikan tantangan yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah pencemaran laut yang mana menjadi sebagai salah satu masalah lingkungan yang dihadapi saat ini dan seringkali disebabkan oleh aktivitas atau kegiatan manusia, baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Produksi Sampah di PPU 180 Ton Per Hari, yang Bisa Diangkut ke TPA hanya 28 Ton, Ini Kendalanya

Hariyadi Pastikan Laga Persiba Balikpapan Vs Mitra Kukar Bakal Penuh Kejutan

"Kesungguhan pemerintah memperhatikan sektor kelautan dan maritim tidak perlu diragukan lagi. Jika selama ini kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk, kini saatnya kita kembalikan semuanya sehingga semboyan Jalesveva Jayamahe, di Laut Kita Jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali," ujarnya. 

"Untuk itu dalam kesempatan peringatan Hari Nusantara tahun 2018 ini saya menegaskan kembali bahwa salah satu cara agar membuat laut kembali berjaya adalah dengan mengatasi segala polusi dan pencemaran," ujarnya. 

Maraknya penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti pukat harimau, cantrang, dan penggunaan bahan peledak juga menjadi perhatian pemerintah. Sebab telah mengakibatkan menurunnya populasi sumberdaya perikanan dan kelautan yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap mata pencaharian nelayan tangkap dan pedagang ikan.

"Tingkat pencemaran di beberapa wilayah perairan Indonesia pada saat ini berada pada kondisi harus segera diatasi. Jadi upaya pelestarian lingkungan perairan merupakan program yang sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas perikanan Indonesia agar kerugian secara ekologis dan ekonomis tidak semakin menyengsarakan masyarakat," katanya.

Perayaan Hari Nusantara Tahun 2018 lanjutnya, menjadi momentum mempertebal semangat kebangsaan, persatuan dan kebersamaan di tengah kebhinekaan untuk tetap melaksanakan pembangunan Nusantara, 
meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan wilayah perbatasan. 
 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved