REI Kaltim Optimis Tatap Bisnis Properti di 2019 Mendatang, Ini Alasannya
Ketua DPD REI Kaltim, Bagus Susetyo mengatakan, secara nasional kebutuhan rumah mencapai 11,8 juta unit.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para pengembang perumahan yang tergabung di Real Estate Indonesia (REI) Kaltim, menatap tahun 2019 dengan penuh optimisme.
Meskipun, penjualan properti sepanjang 2018 di Bumi Etam (sebutan Kaltim), belum menunjukkan grafik yang menggembirakan, tingginya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal menjadi pelecut optimisme.
Ketua DPD REI Kaltim, Bagus Susetyo mengatakan, secara nasional kebutuhan rumah mencapai 11,8 juta unit.
Pertahun, pertumbuhan permintaan rumah berada pada kisaran 800 ribu unit.
Sementara, kemampuan pengembang membangun hunian hanya sekitar 400 ribu unit per tahun.
"Di Kaltim saya tak tahu persis angkanya. Tapi, sebagai gambaran, kami di REI Kaltim tahun ini membangun sekitar 3.800 unit pada 2018. Padahal target kami 2018 itu sebesar 12 ribu unit," kata Bagus, Selasa (25/12/2018).
Beberapa tahun terakhir, kata Bagus, penjualan rumah di Kaltim mengalami stagnasi, imbas dari gejolak harga batu bara yang menjadi lokomotif ekonomi Kaltim.
"2018, tak lebih baik dari 2017. Namun, 2019, kita harus tetap optimis," tegasnya.
Optimisme ini datang dari beberapa proyeksi ekonomi makro di 2019 mendatang.
Diperkirakan permintaan batu bara di pasar global akan meningkat.
Baca juga:
Sebelum Terlibat Skandal Match Fixing, Krisna Adi Sempat Ingin Hengkang dari PS Mojokerto Putra
Yenny Wahid: Ada yang Bilang Lagu 'Kemarin' Gubahan Herman Seventeen untuk Kenang Gus Dur
Hukuman untuk Perilaku Indisipliner Radja Nainggolan; Pesan Penting Sang CEO Baru Inter Milan
"Biasanya, dampak di sektor properti itu terasa setelah 6 bulan sejak batu bara itu booming lagi," kata Bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-dpd-rei-kaltim-bagus-susetyo.jpg)