Pilpres 2019
Aturan Main Tuai Polemik, KPU: Debat Bukanlah Acara Kuis atau Reality Show yang Penuh Tebak-tebakan
Ia juga mentautkan link visi misi dari kedua paslon yang diunggah melalui situs resmi KPU.
Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya. Bukan shownya.
5. Tiap segmen, KPU pakai metode setengah tertutup, paslon diberikan 5 soal sama & diundi diambil salahsatu (Jd paslon bukan dikasih tahu soal yang pasti ditanyakan)
Paslon harus tetap siapkan diri dengan serius, karena mereka tidak tahu, soal mana yang harus dijawab
6. Dalam salah satu segmen, KPU juga terapkan metode pertanyaan tertutup, di mana antar paslon bisa saling ajukan pertanyaan yang sifatnya rahasia.
Namun tetap tidak boleh keluar dari tema utama: hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.
7. Dan yang paling penting, tim kampanye kedua Paslon sudah setuju dengan semua format seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Berikut visi misi paslon yang bisa diakses di laman http://kpu.go.id , KLIK https://kpu.go.id/index.php/pages/detail/2018/953 …
Terima kasih," tulis KPU_ID.
Diketahui, pasca lontarkan soal pembatalan penyampaian visi misi serta akan bocorkan pertanyaan, KPU mendapat banyak kritikan.
Satu di antaranya bahkan datang dari mantan komisioner KPU, Sigit Pamungkas.
Dikutip dari Kompas.com, keputusan KPU unutk mengirim daftar ke kandidat debat adalah hal yang aneh.
"Menurut saya aneh sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya itu otentik muncul dalam proses debat," kata Sigit di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).
Selain Sigit, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga ikut melontarkan kritikan melalui Tiwtter miliknya, @FahriHamzah, Sabtu (5/1/2019).
Fahri memberikan sindirian atas peraturan itu dengan mengatakan untuk mengganti dengan permainan petak umpet.