16 Dokter Dikerahkan Tangani Titi Wati, Penderita Obesitas Asal Palangkaraya

Sebanyak 16 dokter dari berbagai disiplin ilmu dikerahkan untuk menangani Titi Wati (37), penderita obesitas asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Banjarmasin Post/faturahman
16 Dokter Dikerahkan Tangani Titi Wati, Penderita Obesitas Asal Palangkaraya 

Pihak rumah sakit tidak mengizinkan orang lain, selain keluarga, untuk membesuk Titi Wati sebelum operasi.

"Semua pemeriksaan tersebut sudah berjalan dengan baik, termasuk melakukan penimbangan dengan melepas tali tandu dan lainnya sehingga kami timbang memang beratnya 220 kilogram," tambah dia.    

Titi Wati Alami Obesitas, Waspadai Bahaya Ngemil

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Seorang wanita berusia 37 tahun di Palangkaraya, Kalimantan Tengah mengalami obesitas dengan bobot berat badan mencapai 350 kg.

Berat badan yang dialami Titi Wati ini lebih besar dibandingkan kasus obesitas yang pernah terjadi pada Aria Permana, bocah asal Karawang dengan bobot 193 kg.

Obesitas yang dialami Titi Wati ini berlangsung sejak usianya 27 tahun dan sudah enam tahun ini ia hanya bisa berbaring dan tengkurap karena kegemukan yang dideritanya itu.

Obesitas itu bukan karena Titi Wati memiliki porsi makan yang besar.

Titi Wati alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV Gang Bima, yang dikenal dengan wanita tergemuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019) pagi ini di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya.
Titi Wati alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV Gang Bima, yang dikenal dengan wanita tergemuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019) pagi ini di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya. (Banjarmasin Post/faturahman)

VIDEO Titi Wati Wanita Tergemuk Asal Kalimantan Dievakuasi ke RS, Jebol Jendela & Diangkut 20 Orang

Titi hanya makan nasi sehari dua kali, namun ia gemar sekali ngemil alias makan makanan ringan seperti makan gorengan, bakso, dan juga minum es.

Ngemil yang hanya kegiatan pendamping ternyata menjadi bumerang bagi Titi Wati.

Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan, menjelaskan ngemil menjadi kegiatan yang lebih berbahaya dibandingkan dengan makan nasi, karena ada unsur karbohidrat dan lemak sehingga lebih mudah gendut jika kebanyakan ngemil.

Berbobot 350 Kg, Begini Keseharian Pola Makan tak Sehat yang Dilakukan Wanita Asal Palangkaraya

"Makan camilan ada unsur karbohidrat dan lemak, sehingga lebih mudah jadi gemuk bila sering-sering. Oleh sebab itu ngemil bisa lebih berisiko," kata Ali Khomsan kepada Tribunnews.com, Jumat (11/1/2019).

Selain itu minuman manis juga bisa dengan mudah memancing obesitas karena gula yang terkandung di dalam minuman.

Ahli gizi tersebut juga mengingatkan agar masyarakat mengonsumsi gula sesuai batasan yakni 50 gram per hari.

"Batasan konsumsi gula 50 gram per hari, jadi minuman manis tentu tetap harus diwaspadai," tutur Ali Khomsan.

7 Fakta Tentang Titi Wati, Wanita Asal Kalimantan yang Punya Bobot 350 Kilogram

 

Penggunaan gula rendah kalori bisa menjadi pilihan jika ingin mulai mengurangi konsumsi makanan atau minuman manis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved