Harga Tiket Pesawat Meroket, Sri Mulyani Minta Pertamina Lakukan Ini
Ribut-ribut terkait kenaikan harga tiket pesawat mulai merembes ke harga avtur yang dijual PT Pertamina (persero)
Baim membeberkan, saat masuk musim sepi ini bisa dikatakan laju bisnis yang normal, dalam artian masih ada yang naik pesawat terbang, bukan berarti masuk musim sepi itu tidak ada sama sekali.
“Sekarang punya saya (Lion Air) ada 215 kapasitas untuk tujuan Ujung Pandang. Sudah mencapai sore ini ada 186 penumpang ke Ujung Pandang. Begitu yang Surabaya ada 215 kapasitas, siang saja sudah ada 174 penumpang. Memang begini, normal saja,” katanya.
Deretan Keputusan Kontroversial Wasit di Kemenangan Real Madrid Atas Atletico
Tarif Bagasi Berbayar Turun, Kepala Otban : Banyak Keluhan Masyarakat Sampai ke Pak Menteri
Tarif Bagasi Berbayar Turun, Kepala Otban : Banyak Keluhan Masyarakat Sampai ke Pak Menteri
Soal masuk musim ramai, Baim menyatakan, sebentar lagi akan masuk musim ramai. Beberapa bulan akan masuk bulan puasa Ramadan. Umumnya, satu minggu sebelum puasa sampai 14 hari setelah puasa masuk musim ramai.
Lalu setelah 14 hari puasa, situasi berubah lagi masuk ke musim sepi. Bangkit lagi kala menjelang masuk liburan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
“Secara nasional mau cari musim ramai itu saat ada musim sekolah libur, natal dan tahun baru. Yang paling banyak itu pas lebaran,” ungkap Baim.
Saat ditanya mengenai harga tiket pesawat Lion Air yang masih dianggap mahal, Baim enggan memberikan jawaban sebab dirinya merasa bukan pihak yang berwenang untuk menanggapi. Kebijakan harga tiket pesawat ranahnya ada di kantor pusat dan Kementerian Perhubungan.
“Saya tidak bisa menjawab kalau soal harga. Bukan saya yang memutuskan. Tapi nanti kalau ada informasi perubahan harga pasti disampaikan juga sampai kesini,” tuturnya.
Mengenai bagasi berbayar, sejak 7 Februari 2019 sudah diturunkan. Berawal hitungan per 5 kilogram dikenakan biaya Rp 150 ribu kini sudah turun menjadi harga Rp 105 ribu saja.
Senada disampaikan, Kepala Otoritas Bandara wilayah VII, Alexander Rita, menjelaskan, keberadaan bandara SAMS Balikpapan masih berjalan normal, semua maskapai penerbangan tetap melayani satu di antaranya maskapai yang menerapkan bagasi berbayar.
Operasional bandara termasuk semua maskapai berlangsung normal, tidak ada kejanggalan aksi protes penumpang pesawat, atau sampai harus kondisi bandara sepi dari penumpang pesawat.
“Memang ini pas bukan fix sesion, lagi hari normal. Masih ada depature (jadwal keberangkatan), statusnya active,” ungkap Alexander saat bersua dengan Tribunkaltim.co di Bandara SMAS Sepinggan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tiket-harga-pesawat.jpg)