Harga Tiket Pesawat Meroket, Sri Mulyani Minta Pertamina Lakukan Ini

Ribut-ribut terkait kenaikan harga tiket pesawat mulai merembes ke harga avtur yang dijual PT Pertamina (persero)

Harga Tiket Pesawat Meroket, Sri Mulyani Minta Pertamina Lakukan Ini
Kompas.com
Ilsustrasi harga tiket pesawat sempat meroket 

"Untuk persentase jumlah penumpang kami belum bisa berikan," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Meski begitu Danang mengatakan, tiket pesawat yang dijual oleh Lion Air tetap dalam koridor yang diperbolehkan oleh regulator yakni Kementerian Perhubungan.

"Untuk harga tiket yang kami jual, masih sesuai koridor di bawah tarif batas atas," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai ada sejumlah sebab hingga kini harga tiket pesawat masih mahal.

Salah satunya karena siklus tahunan yang sedang terjadi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Polana B Pramesti mengatakan, saat ini sedang terjadi fase musim sepi atau low season.

Ini biasanya terjadi dari Januari dan Februari.

Oleh karena itu, banyak maskapai penerbangan yang memanfaatkan dan memaksimal tarif tiket sesuai tarif batas atas.

"Karena airline juga butuh 'hidup' dan itu salah satu sebabnya kenapa (tiket masih mahal). Sebenarnya tidak terlalu tinggi, masih batas wajar," kata Pramesti di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Ini Kata Lion Air ", https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/11/104900726/harga-tiket-pesawat-masih-mahal-ini-kata-lion-air-
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Erlangga Djumena

Sepi Penumpang, Asisten Manajer Lion Air Balikpapan Sebut Faktor Low Season

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved