Ledakan Mortir Peninggalan Zaman Perang Dunia II, TNI Tutup Jalan Sangatta Bengalon

Benda mortir peninggalan Perang Dunia II di Kutai Timur. Pihak Kodam VI/Mulawarman & Kodim 0909/Sangatta meledakan mortir peninggalan Perang Dunia II.

Ledakan Mortir Peninggalan Zaman Perang Dunia II, TNI Tutup Jalan Sangatta Bengalon
HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma
Benda Mortir peninggalan Perang Dunia II di Kutai Timur. Jajaran Kodam VI/Mulawarman, bersama Kodim 0909/Sangatta meledakan mortir peninggalan Perang Dunia II di eks area tambang PT Damanka. 

"Ini adalah peledak tipe anti personel yang biasanya diluncurkan oleh pesawat untuk meledakkan markas musuh, mungkin pada waktu itu di lokasi ini disinyalir merupakan markas persembunyian," jelasnya. (*)

Makam Tua Belanda era Perang Dunia Dua

Di balik pemakaman umum Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan,  ternyata terdapat makam tua era pemerintahan Hindia Belanda.

Keberadaan makam tua ini berada di bagian belakang paling pojok pemakaman umum Asrama Bukit Kota Balikpapan. 

Saat Tribunkaltim.co mengkonfirmasi kepada Sunaji Kepala Seksi Cagar Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan wilayah Kota Balikpapan, melalui pegiat budaya Heri Susanto, Senin (18/2/2019) pagi. 

Ia menjelaskan, makam tua tersebut bisa dikatakan merupakan peninggalan zaman Hindia Belanda telah berlangsung lama, sebelum adanya lahir negara Republik Indonesia. 

Wujud bentuk makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore.
Wujud bentuk makam tua era Hindia Belanda di kawasan pemakaman Asrama Bukit Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (17/2/2019) sore. (TRIBUNKALTIM/BUDISUSILO)

Posisi makam tua sudah tidak terawat telah banyak yang hancur. Kata dia, dilihat dari ciri fisik makam tua pada batu nisan ada keterangan informasi meninggalnya jenazah di makam tua. 

“Kami amati yang meninggal dunia itu pada era tahun 1945, pas zaman mau ada kemerdekaan Republik Indonesia. Balikpapan masih berada dalam genggaman pemerintahan Hindia Belanda,” kata Heri. 

Ia menjelaskan, berdasarkan kesaksian mata dari beberapa orang tua terdahulu, tidak jauh dari kawasan makam tua Hindia Belanda terdapat sebuah rumah sakit yang dibangun oleh Hindia Belanda. 

Ada beberapa pasien yang kebetulan orang campuran Belanda dengan suku-suku yang ada di Nusantara meninggal dunia di rumah sakit lalu dikuburkan di tempat yang dekat dengan rumah sakti. 

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved