Pilpres 2019

Hadiri Pidato Kebangsaan Jokowi, Karyawan Ini Dibully Teman-teman Kantor dan Dipecat dari Perusahaan

Nurullita (40), seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspor-impor, mengaku dipecat oleh pimpinannya karena berbeda.

Chepicap.com
Hadiri Pidato Kebangsaan Jokowi, Karyawan Ini Dibully Teman-teman Kantor dan Dipecat dari Perusahaan 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Nurullita (40), seorang pekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang ekspor-impor, mengaku dipecat oleh pimpinannya karena berbeda pilihan politik.

Ia pun datang ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk melaporkan kejadian tersebut.

Pantauan Tribunnews.com, Nurullita tiba di Gedung Kemenaker, Jakarta Selatan sekira pukul 11.45 WIB.

Ia datang didampingi oleh kuasa hukum dan beberapa relawan dari Habaib Relasi Jokowi (Harjo).

Setelah kurang lebih satu jam mengadu, Nurullita dan kuasa hukumnya keluar dari Gedung Kemenaker dan memberikan keterangannya.

"Kami mendampingi ibu Lita yang mana ibu Lita ini menjadi korban perusahaannya karena hanya perbedaan pandangan politik, yaitu pemutusan hubungan kerja secara sepihak," ujar kuasa hukum Nurulita, Muhammad Rizki di Gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Kantor PT Pelopor Pratama Lancar di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019), tempat Nurullita bekerja.
Kantor PT Pelopor Pratama Lancar di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019), tempat Nurullita bekerja. (Tribunnews.com/ Reza Deni)

Jokowi-Maruf Kalah di Jakarta Berdasar Survei Kompas, Timses Prabowo-Sandiaga Lanjutkan Strategi Ini

Rizki menilai menilai perbuatan perusahaan itu melanggar kebebasan berpendapat yang diatur oleh Undang-Undang.

Untuk itu, dia beserta relawan dari Harjo bersedia  mendampingi Nurullita.

"Yang paling penting Pasal 153 Ayat 1 yang mana perusahaan tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak hanya karena perbedaan pandangan politik," terang Rizki.

Sementara itu, Ketum Harjo yang turut mendampingi Nurullita, Habib Salim Sholahuddin Jindan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved