Kisah Ayah di Pasaman Diduga Cabuli Anak Kandungnya, Hamil Sampai Lahirkan Bayi Pria
Seorang ayah mencabuli anak kandung terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar. Sampai hamil hingga lahir anak laki-laki
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan barang bukti.
Termasuk memeriksa saksi pelapor dan korban.
"Selain saksi korban dan terlapor, kita juga sudah periksa dua saksi lainnya. Yakni pemuka masyarakat setempat,” kata dia.
Oknum Caleg Cabuli Anak Kandung
Sebelumnya, seorang oknum caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dilaporkan mencabuli anak kandungnya di Pasaman Barat, Sumbar.
Oknum caleg yang berinisial AH tersebut telah ditangkap pada Minggu (17/3/2019).
Oknum caleg ini ditetapkan sebagai tersangka, setelah dilaporkan istrinya ke Polres Pasaman Barat pada 7 Maret 2019 lalu.
Tersangka AH sempat melarikan diri ke Pulau Jawa. Akhirnya AH masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Namun keberadaannya terdeteksi oleh Polres Pasaman Barat, dan dilakukan penangkapan pada Minggu (17/3/2019).
VIDEO - Ditanya soal Kemungkinan Orang Kaltim Jadi Menteri, Begini Jawaban Cawapres Maruf Amin
Portugal Vs Ukraina - Tampil Gemilang, Kiper Berusia 34 Tahun Rusak Comeback Cristiano Ronaldo
“Tersangka kita amankan di kawasan Kecamatan Pauh, Kota Padang,” kata Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Afrides Roema kepada TribunPadang.com, Senin (18/3/2019).
Penangkapan tersebut berawal ketika polisi mendapat informasi bahwa tersangka akan pulang ke Pasaman Barat untuk menemui istrinya.
Dari informasi yang didapat, kata Afrides, tersangka juga akan menyerahkan diri ke polisi.
Namun, polisi tak percaya begitu saja, sehingga polisi langsung menangkap pelaku di Padang.
Dikatakan Afrides, sebelum ditangkap, tersangka AH diketahui tengah berada di Jakarta.
Dari Jakarta, tersangka AH hendak ke Sumbar menaiki Bus ALS. “Dari Jakarta hari Sabtu dengan Bus ALS,” katanya.
Laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 Sabtu Malam Ini, Berikut Live Streaming dan Jadwalnya
SEDANG TAYANG Live Streaming MasterChef Indonesia 2019, Siapa Saja yang Harus Pulang?