Meski Bermanfaat, Earth Hour Pernah Dikirik Gara-gara Diduga jadi Penyebab Warga Tewas di Lakalantas
Ada sejumlah pertanyaan yang kerap dilayangkan masyarakat ketika hadir di aksi Earth Hour. Salah satunya, seberapa besar manfaatnya?
Penulis: Doan Pardede | Editor: Januar Alamijaya
Langkah ini juga sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada 2030. Dan 11 persennya adalah dari transportasi publik, untuk itu publik juga harus ikut serta dengan cara menggunakan transportasi publik," kata Rizal.
Berikut sejumlah fakta yang sudah dirangkum Tribunkaltim.co seputar Earth Hours, termasuk aksi Earth Hours 2019 dari berbagai sumber :
Istilah Earth Hour mulai diperkenalkan tahun 2007
DIlansir oleh wikipedia, Earth Hour (Jam Bumi) adalah sebuah kegiatan global yang diselenggarakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada setiap hari Sabtu di akhir bulan Maret.
Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perlunya tindakan khusus guna menghadapi perubahan iklim di bumi.
Logo yang digunakan dalam Earth Hour adalah tanda 60+ dengan motif gambar planet bumi.
Awalnya Earth Hour hanya menggunakan angka 60 saja yang melambangkan 60 menit sebagai waktu yang digunakan untuk berpartisipasi dalam Earth Hour.
Pengurangan konsumsi energi yang cukup besar
Meski hanya dipadamkan 1 jam, pengurangan konsumsi energi selama aksi arth hours ternyata cukup besar.
Menurut WWF Thailand, Bangkok mengurangi pemakaian listrik hingga 73,34 megawatt yang dalam satu jam setara dengan 41,6 ton karbon dioksida.
Bangkok Post menyampaikan angka 165 megawatt-jam dan 102 ton karbon dioksida.
Jumlah ini lebih sedikit daripada kampanye serupa yang dicanangkan Balai Kota Bangkok pada Mei tahun sebelumnya. Saat itu, 530 megawatt-jam dihemat dan 143 ton emisi karbon dioksida dipangkas.
Philippine Electricity Market Corp. mencatat adanya pengurangan konsumsi listrik sebesar 78,63 megawatt di Metro Manila dan 102,2 megawatt di Luzon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/aksi-earth-hour-akan-kembali-digelar-pada-sabtu-3032019.jpg)