Selasa, 21 April 2026

Meski Bermanfaat, Earth Hour Pernah Dikirik Gara-gara Diduga jadi Penyebab Warga Tewas di Lakalantas

Ada sejumlah pertanyaan yang kerap dilayangkan masyarakat ketika hadir di aksi Earth Hour. Salah satunya, seberapa besar manfaatnya?

Penulis: Doan Pardede | Editor: Januar Alamijaya
twitter @earthhour
Aksi Earth Hour akan kembali digelar pada, Sabtu (30/3/2019) 

Penurunan permintaan maksimum sebesar 39 MW terjadi pukul 20.14 di Metro Manila dan 116 MW pukul 20.34 di Luzon.

Ontario menghemat 900 megawatt-jam saat Earth Hour. Pada satu waktu, Toronto, Ontario, mengalami penurunan konsumsi energi sebesar 8,7% ketimbang Sabtu-Sabtu lain pada bulan Maret.

Irlandia mengalami penurunan pemakaian listrik sebesar 1,5% pada malam itu. Pada periode tiga jam antara 18.30 dan 21.30, terjadi penurunan konsumsi sebesar 50 megawatt, sehingga menghemat 150 megawatt-jam yang setara dengan 60 ton karbon dioksida.

Jembatan Golden Gate dan Marin Headlands di belakang, sebelum (inset) dan selama Earth Hour 2008
Di Dubai, setelah lampu eksternal di sejumlah gedung ternama dipadamkan dan lampu jalanan di beberapa daerah diredupkan hingga 50%, Electricity and Water Authority melaporkan terjadi penghematan listrik sebesar 100 megawatt-jam.

Dikutip dari laman WWF Indonesia, setiap 10% dari warga Jakarta yang turut mematikan lampu saat Earth Hour, energi yang dihemat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan Oksigen untuk 534 orang.

Selain itu, mematikan lampu selama satu jam juga dapat mengurangi 267 ton emisi karbon dioksida (CO2).

Aksi Earth Hours 2019 diikuti 13 bandara di Indonesia

Dilansir oleh Tribunnews.com, aksi Earth Hours 2019 ini juga akan diikuti oleh sejumlah bandara di Indonesia.

PT Angkasa Pura I (Persero) juga mengikuti acara Earth Hour 2019, dengan mematikan lampu-lampu dan penggunaan listrik bandara yang tidak akan mengganggu aktivitas operasional dan pelayanan di bandara-bandara Angkasa Pura I.

"Seluruh penumpang pesawat udara, masyarakat, komunitas, dan stakeholders diharapkan ikut menyukseskan kegiatan Earth Hour itu dengan memadamkan lampu atau peralatan elektronik yang tidak digunakan pada tanggal 30 Maret 2019 selama satu jam mulai pukul 20.30 waktu setempat," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, dikutip dari Kompas.com.

"Misal lampu pada tulisan 'bandara', jadi yang tidak akan mengganggu operasional bandara. Kalau di toilet seperti itu ya tidak (dimatikan)," lanjut Faik Fahmi.

Adapun bandara-bandara tersebut antara lain:

1. Bandara I Gusti Ngurah Rai - Denpasar

2. Bandara Juanda - Surabaya

3. Bandara Sultan Hasanuddin - Makassar

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved