Jumat, 8 Mei 2026

Pemilu 2019

Ribuan Warga Binaan di Samarinda Dipastikan Gagal Nyoblos, Ini Penyebabnya

Total terdapat 1.504 warga binaan yang dapat menggunakan hak pilihnya. Sisanya sejumlah kurang lebih 2.249 gagal melakukan pencoblosan.

Tayang:
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
ARSIP PERSIAPAN TPS PILGUB - Petugas mengawasi aktifitas warga binaan yang menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 12 dan 13 Rutan Sempaja di jalan Wahid Hasyim Samarinda Utara, sehari jelang hari pencoblosan, Selasa (26/6/2018) Dari balik jeruji warga binaan juga menginginkan sosok pemimpin Kaltim yang memberi harapan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua hari lagi pencoblosan Pemilu 2019 akan dilakukan, tepatnya pada Rabu (17/4/2019) mendatang.

Semua tempat yang ditetapkan sebagai TPS telah dipersiapkan oleh petugas terkait, termasuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tananan Negara (Rutan).

Di Samarinda terdapat tiga tempat pembinaan terhadap warga yang terlibat permasalahan hukum, yakni Lapas Klas II A Sudirman, Lapas Narkotika Klas III A Bayur, dan Rutan Klas II A Sempaja.

Dari data yang diperoleh Tribunkaltim.co, Lapas Klas II A Sudirman membangun 2 TPS, dengan jumlah DPT sebanyak 311 orang dari 900 warga binaan yang ada.

Lalu, Lapas Narkotika Klas III A Bayur, membangun 3 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 740 orang dari 1.350 warga binaan.

Sedangkan di Rutan Klas II A Sempaja, dibangun 2 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 453 orang dari 1.503 warga binaan.

Total terdapat 1.504 warga binaan yang dapat menggunakan hak pilihnya. Sisanya sejumlah kurang lebih 2.249 gagal melakukan pencoblosan.

Tidak ada yang berbeda mencoblos di dalam tahanan dengan di luar. Hanya saja petugas di TPS, yakni pegawai Rutan dan Lapas, dibantu petugas keamanan dari Kepolisian dan TNI.

"Kalau petugas dari kami, hanya saja petugas keamanan dari Polri dan TNI. Sama dengan TPS lainnya, jam nyoblos sejak pagi, sampai selesai, sampai penghitungan selesai," ucap Kepala Lapas Klas II A Sudirman, M Ikhsan, Senin (15/4/2019).

Lanjut dia menjelaskan, banyak warga binaan yang tidak dapat mencoblos akibat tidak terdaftarnya warga binaan tersebut di daerah tempat asalnya.

"Banyak yang tidak terekam di daerah asalnya. Kalau yang sudah terekam bisa nyoblos. Makanya banyak yang tidak bisa nyoblos," terangnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Klas III A Bayur, M Kurnia berharap agar pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berlangsung dengan lancar.

"Kita ada bangun tiga TPS untuk Pemilu tahun ini. Semoga semua berjalan dengan lancar," ucapnyanya singkat.

Sedangkan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II A Sempaja, Rahmad menjelaskan, pihaknya membangun 2 TPS sama seperti Pilgub lalu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved