Rabu, 29 April 2026

Pemilu 2019

Ma'ruf Amin Ajak Warga Indonesia Bersatu dan Kubur Istilah Polarisasi Cebong dan Kampret

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengajak warga INdonesia meninggalkan polarisasi. Caranya dengan mengubur istilah Cebong dan Kampret

Editor: Rafan Arif Dwinanto
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin usai berkampanye di Lapangan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Ajakan kepada warga Indonesia untuk kembali bersatu disuarakan Cawapres 01, Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin meminta warga Indonesia mengubur istilah Cebong dan Kampret.

Diketahui, dua istilah ini sangat familiar dalam beberapa tahun terakhir.

Cebong disematkan untuk para pendukung Jokowi.

Sedangkan Kampret ditujukan untuk para pendukung Prabowo Subianto.

Ma'ruf Amin berharap polarisasi yang terjadi karena pemilu bisa selesai setelah pemungutan suara tuntas.

Ma'ruf mengatakan, ini adalah saatnya masyarakat untuk bersatu kembali.

Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Ma'ruf Amin menyinggung istilah Cebong dan Kampret.

"Jangan bunyi lagi itu (Cebong dan Kampret).

Selesai sampai kemarin.

Kita kubur (istilah itu), ada cebong, ada kampret, kubur saja," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Menurut Ma'ruf, polarisasi semacam ini tidak boleh berlanjut.

Sebab itu bisa memengaruhi pembangunan dan stabilitas negara.

Ma'ruf Amin berkomitmen untuk melakukan rekonsiliasi setelah tahapan pemilu berakhir.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan konsolidasi kebangsaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved