Pilpres 2019

Kenapa Prabowo Berani Deklarasi Menang Pilpres 2019? Andre Rosiade Pastikan Dasarnya 'Real Count'

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade beberkan alasan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto berani mendeklarasikan kemenangan di Pilpres 2019.

Kenapa Prabowo Berani Deklarasi Menang Pilpres 2019? Andre Rosiade Pastikan Dasarnya 'Real Count'
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 di kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyebab atau alasan Prabowo Subianto melakukan deklarasi menang Pilpres 2019 dan menjadi Presiden periode 2019-2024 pada Kamis (18/4/2019) perlahan-lahan terjawab.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade beberkan alasan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto berani mendeklarasikan kemenangan di Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan 'Kabar Petang' tvOne, Sabtu (20/4/2019), Andre menegaskan dasar dari deklarasi kemenangan Prabowo bukan hasil quick count, melainkan real count yang dilakukan oleh BPN.

Andre kemudian menjelaskan metode yang dilakukan oleh BPN dalam melakukan real count hingga dapat menunjukkan hasil dalam jangka waktu yang singkat.

"Yang dasar deklarasi kemenangan Pak Prabowo itu bukan berdasarkan quick count, tapi berdasarkan data real count," kata Andre.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat melakukan sujud syukur usai memberikan keterangan pers di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Pada keterangan pers tersebut Prabowo mengklaim dirinya mengungguli pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin.
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat melakukan sujud syukur usai memberikan keterangan pers di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Pada keterangan pers tersebut Prabowo mengklaim dirinya mengungguli pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin. (Tribunnews/Jeprima)

Menurut Andre, data mereka berasal dari saksi yang mereka tempatkan di seluruh TPS di Indonesia.

"Jadi begini, partai Gerindra itu punya dua saksi per TPS. Ada saksi pileg, ada saksi pilpres," kata Andre.

"Nah, oleh DPP dan BPN, ini diinput, ditabulasi. Sehingga dari data C1 yang kita terima, waktu itu yang pemilihan presiden malamnya itu 40 persen terkumpul, Pak Prabowo mengumumkan (kemenangannya)," jelas Andre.

 

Andre menjeleskan, pada Rabu (17/4/2019), Prabowo menyatakan menang dengan perolehan suara sebesar 62 persen.

"Besoknya, tanggal 18, Pak Prabowo menegaskan kembali sore menjelang magrib. Dari 60 persen data yang sudah diinput, itu menang tetap 62 persen. Jadi datanya real kok," tegas dia.

Meski demikian, Andre menegaskan, data tersebut nantinya tetap harus diuji.

"Nah, untuk mengujinya nanti, kita menunggu hasil real count 100 persen, baik real count kami, nanti dicocokkan dengan real count KPU yang tanggal 22 Mei nanti," jelas dia.

 

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved