Pilpres 2019
Tanggapi soal ''Provinsi Garis Keras'', Mantan Panglima GAM Tuntut Permintaan Maaf Mahfud MD
Pernyataan Mahfud MD yang menyebut daerah yang dimenangkan capres/cawapres Prabowo-Sandi dulunya dianggap 'provinsi garis keras' menuai polemik.
"Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga". (Serambinews/Subur Dani)
Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Mantan Panglima GAM Tanggapi Pernyataan Mahfud MD dan Tuntut Permintaan Maaf di Media Cetak Nasional
Istilah Provinsi "Garis Keras"mendadak menjadi sangat populer.
Istilah ini menjadi populer setelah disebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam wawancaranya di sebuah TV swasta.
Mahfud MD meyebut daerah keras yang dimenangkan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandiaga dulunya dianggap provinsi garis keras. Pernyataannya langsung menuai kritik keras.
Potongan wawancara yang berdurasi 1 menit 20 detik lalu beredar di media sosial dan hingga kini masih dibahas Netizen.
Mahfud MD menuai kritik gara-gara menyebut Prabowo Subianto di Provinsi 'Garis Keras' saat wawancara dengan sebuah stasiun TV swasta.
Meski sudah diklarifikasi, pernyataannya itu tetap saja diprbincangkan, dan menuai protes terutama oleh mereka yang merasa tersinggung.
Saat menuliskan cuitan kegiatan akhir pekannya di Yogyakarta, Minggu (28/4/2019), Mahfud pun menerima sejumlah protes keberatan warganet.
"Di daerah Pakem, dekat Kaliurang, Yogya ada kedai Kopi Klothok.
Yg tersedia di sana bkn hanya kopi tapi jg masakan2 tradisional yg enak.
Pagi2 tadi sarapan bersama dua dosen muda FH-UGM Prof. Eddy OS Hiariej dan Dr. Zainal Arifin "Uceng" Mochtar di Kopi Klothok," tulisnya pada cuitan awal.
Mengutip aantauan TribunSolo.com, sejumlah warganet bukannya menanggapi soal kegiatan Mahfud.
Melainkan mempertanyakan maksud ucapan Mahfud soal 'garis keras'.
Satu di antaranya adalah sahabatnya sendiri, Muhammad Said Didu, yang mengaku berasal dari Sulawesi Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mantan-ketua-mahkamah-konstitusi-mahfud-md-7767.jpg)