Lebaran 2019

Sejarah Pemberian THR dan Orang yang Pertama Kali Mencetuskannya, Serta Cara Penghitungannya

Salah satu hal yang paling ditunggu jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri adalah turunnya Tunjangan Hari Raya (THR).

Sejarah Pemberian THR dan Orang yang Pertama Kali Mencetuskannya, Serta Cara Penghitungannya
(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)
Sejarah Pemberian THR dan Orang yang Pertama Kali Mencetuskannya, Serta Cara Penghitungan THR 

Awalnya, tunjangan diberikan hanya kepada aparatur negara saja.

Pemberian tunjangan ini merupakan sebuah strategi agar para PNS di masa itu memberikan dukungan kepada kabinet yang sedang berjalan.

Saat pelaksanaanya, Kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada para pegawai di akhir bulan Ramadan berjumlah sekitar Rp 125 atau sekitar Rp 1.100.000 di masa sekarang hingga Rp 200 atau setara Rp 1.750.000 .

Selain itu para PNS ketika itu juga mendapatkan santuan berupa beras.

Kebijkan kabninet  Soekiman Wirjosandjojo memberikan THR kepada PNS mendapatkan respon protes dari kaum buruh.

Mereka kaum buruh merasa sudah bekerja keras untuk membangkitkan perekonomian nasional namun sama sekali tak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Kebijakan pemberian THR kepada PNS oleh Kabinet Soekiman Wirjosandjojo dianggap kaum buruh sebagai sikap pilih kasih.

Apalagi pada masa itu PNS di Indonesia masih diisi oleh para kaum priyayi, ningrat, dan kalangan atas lainnya.

Kebijakan dari  kabinet  Soekiman Wirjosandjojo itu menjadi titik awal dari pembayaran THR kepada para pegawai.

di tahun 1994  pemerintah baru secara resmi mengatur perihal THR secara khusus.

Halaman
1234
Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved