Sabtu, 11 April 2026

Pemilu 2019

Situasi 2 Hari Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Ancaman Teror hingga Real Count KPU

2 hari jelang pengumuman hasil pemilu 2019, Kepolisian terus meningkatkan pengamanan guna antisipasi gerakan yang berpotensi mengganggu kondusivitas

Penulis: Cornel Dimas Satrio | Editor: Doan Pardede
Kompas.com/Akbar Bhayu Tamtomo
2 Hari Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, dari Ancaman Teror hingga Real Count KPU 

TRIBUNKALTIM.CO - KPU RI akan mengumumkan hasil pemilu 2019 pada Rabu, 22 Mei 2019.

Dua hari jelang pengumuman hasil pemilu 2019, Kepolisian terus meningkatakan pengamanan guna mengantisipasi adanya gerakan yang dapat mengganggu kondusivitas.

Pasalnya belakangan ini ramai dikabarkan akan terjadi pemusatan konsentrasi massa di gedung KPU RI pada saat pengumuman hasil pemilu 2019.

Tak main-main, kabar tentang rencana teroris melakukan pengeboman tanggal 22 Mei juga ramai beredar.

Ancaman teror ini berdasarkan penangkapan terduga teroris yang dilakukan Densus 88, pada Jumat 17 Mei 2019 di Bogor lalu.

Polisi telah mengidentifikasi kelompok tertentu yang berniat memanfaatkan aksi 22 Mei 2019 di Jakarta, untuk melancarkan serangan teror.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengakui adanya potensi aksi teror yang akan terjadi pada 22 Mei 2019 mendatang.

Namun ia menegaskan Kepolisian terus berupaya memastikan agar situasi keamanan tetap kondusif.

“Terkait potensi adanya aksi teror, kemarin sudah kita tangkap beberapa orang, tapi kepolisian tetap memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi dan mengantisipasinya,” katanya.

Sudah 100 Persen Suara di 10 Provinsi

Kendati diterpa kabar rencana aksi massa hingga ancaman teror, KPU RI tetap melanjutkan tugas dan kewajibannya.

Dua hari jelang pengumuman hasil Pemilu 2019, KPU RI masih melakukan rekapitulasi suara.

Hingga pukul 12.00 WIB atau 13.00 WITA, sudah 91.02109% data Real Count Pilpres 2019 yang masuk ke KPU, Senin (20/5/2019).

Ada 10 provinsi yang penghitungannya telah masuk 100 persen.

Sepuluh Provinsi tersebut adalah Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, DIY, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved