Sabtu, 11 April 2026

Ramadhan 2019

VIDEO Sidak Pemkot Samarinda ke Gudang Makanan dan Retail, Ini yang Disoroti Ketua MUI Samarinda

Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

TRIBUNKALTIM.COSAMARINDA - Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Ada 3 hal yang ia soroti, mulai dari susu kedaluwarsa, tenant makanan tak tertutup tirai selama puasa, dan sertifikat ayam halal dari luar kota yang belum memperoleh izin serupa dari jajarannya.

Memasuki gudang penyimpanan makanan kemasan di komplek pergudangan Jalan Ir Sutami, Zaini, terperangah dengan tumpukan minuman kental manis yang sudah kedaluwarsa.

Ratusan kaleng susu dalam puluhan tumpukan kardus itu masih tersusun rapi membaur dengan kardus makanan lain yang siap jual.

Meski  ada tulisan berapa jumlah kaleng minuman yang siap dimusnahkan yang ditulis di atas kertas oleh pengelola, Zaini masih merasa tak puas.

Sebab, menurut aturan, seharusnya, makanan kedaluwarsa itu ditempatkan di lokasi terpisah dengan makanan lain yang masih layak, agar tak tercampur.

"Mestinya, masuk di tempat yang ada kerangkeng.

Ada karantina khusus," kata Zaini di depan tumpukan kaleng minuman yang sudah bocor dan berkarat.

Zaini menilai, dengan diletakkan di tempat khusus sebelum dimusnahkan, makanan kedaluwarsa itu, tak akan tercampur sehingga tak beredar kembali ke masyarakat.

Mendengar keluhan Zaini, seorang pengelola gudang buru-buru menjelaskan minuman kaleng itu, diambil petugas penjual dari toko-toko rekanan sebelum batas waktu kedaluwarsa.

"Dua bulan sebelum jatuh tempo sudah kami tarik.

Setelah itu, kami  buat persetujuan pemusnahan," kata seorang laki-laki pengelola gudang itu.

Rupanya tensi Zaini belum mereda.

Baru masuk di depan pintu retail Hypermart di Bigmall Plaza, ia mendapati ada pedagang sosis bakar yang tidak menutup sebagian kaca pajang makanan dari publik yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Padahal, di beberapa retail makanan lain ditutup kain.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved