Ramadhan 2019
VIDEO Sidak Pemkot Samarinda ke Gudang Makanan dan Retail, Ini yang Disoroti Ketua MUI Samarinda
Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.
Ada 3 hal yang ia soroti, mulai dari susu kedaluwarsa, tenant makanan tak tertutup tirai selama puasa, dan sertifikat ayam halal dari luar kota yang belum memperoleh izin serupa dari jajarannya.
Memasuki gudang penyimpanan makanan kemasan di komplek pergudangan Jalan Ir Sutami, Zaini, terperangah dengan tumpukan minuman kental manis yang sudah kedaluwarsa.
Ratusan kaleng susu dalam puluhan tumpukan kardus itu masih tersusun rapi membaur dengan kardus makanan lain yang siap jual.
Meski ada tulisan berapa jumlah kaleng minuman yang siap dimusnahkan yang ditulis di atas kertas oleh pengelola, Zaini masih merasa tak puas.
Sebab, menurut aturan, seharusnya, makanan kedaluwarsa itu ditempatkan di lokasi terpisah dengan makanan lain yang masih layak, agar tak tercampur.
"Mestinya, masuk di tempat yang ada kerangkeng.
Ada karantina khusus," kata Zaini di depan tumpukan kaleng minuman yang sudah bocor dan berkarat.
Zaini menilai, dengan diletakkan di tempat khusus sebelum dimusnahkan, makanan kedaluwarsa itu, tak akan tercampur sehingga tak beredar kembali ke masyarakat.
Mendengar keluhan Zaini, seorang pengelola gudang buru-buru menjelaskan minuman kaleng itu, diambil petugas penjual dari toko-toko rekanan sebelum batas waktu kedaluwarsa.
"Dua bulan sebelum jatuh tempo sudah kami tarik.
Setelah itu, kami buat persetujuan pemusnahan," kata seorang laki-laki pengelola gudang itu.
Rupanya tensi Zaini belum mereda.
Baru masuk di depan pintu retail Hypermart di Bigmall Plaza, ia mendapati ada pedagang sosis bakar yang tidak menutup sebagian kaca pajang makanan dari publik yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Padahal, di beberapa retail makanan lain ditutup kain.
