Rabu, 22 April 2026

Ramadhan 2019

VIDEO Sidak Pemkot Samarinda ke Gudang Makanan dan Retail, Ini yang Disoroti Ketua MUI Samarinda

Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim, mengungkapkan kekesalannya saat mengikuti inspeksi mendadak Pemkot Samarinda ke gudang makanan dan retail.

Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Zaini Naim (bersongkok), sempat pertanyakan alasan mengapa ayam yang dijual didatangkan dari luar Samarinda, dan hanya kantongi sertifikat halal dari daerah dan belum dari MUI Samarinda 

Aroma sosis dan roti bakar yang semerbak dan tak ditutup, dikhawatirkan Zaini bisa menggoda ibadah orang berpuasa.

Pria yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda ini, hampir saja memarahi penjaga tenant.

Ia meminta dipasang kain penutup makanan.

"Kalau piring ini saya balik gimana," kata Zaini melotot sambil memegang piring berisi sosis bakar di hadapan penjaga gerai yang hanya bisa terdiam.

Beralih ke gerai penjualan ayam dan daging. Zaini mengomentari ayam potong yang sudah bersih terbungkus dalam wadah styrofoam.

Yang Zaini pertanyakan, mengapa ayam yang didatangkan dari Jawa Barat dan sudah mengantongi sertifikat halal MUI Jawa Barat itu, tak dilengkapi dengan sertifikat serupa dari MUI Samarinda.

Selain pertanyakan mengapa tak mengambil produk ayam potong dari peternak lokal Samarinda, Zaini mengatakan, jika ayam itu dipotong di Jawa Barat dan hanya mengantongi sertifikat halal dari daerah asal, tanpa dilengkapi sertifikat serupa di Samarinda, ia khawatir bagaimana mekanisme kontrol kehalalan di Kota Tepian sebagai tempat penjualan.

 Zaini mengatakan, jika ada barang import atau dari daerah lain, harus kantongi sertifikasi halal dari daerah asal dan kota penjualan.

"Misal disertifikasi MUI pusat, di provinsi dan kota ada juga," katanya.

Meski begitu, ia apresiasi dengan barang-barang yang dijual di Hypermart, karena barang dan harga yang ditawarkan dinilai bagus dengan harga bersaing.

Menanggapi soal itu, Manajer Toko Hypermart, Agung Prasetyo menjelaskan, alasan mendatangkan ayam potong dari Jawa Barat, karena ayam potong lokal belum siap memenuhi kriteria yang ditetapkan Hypermart dan disurvei oleh pedagang, lembaga sertifikasi dan pemasok.

Mulai dari ukuran berat, cara potong sampai kesehatan.

"Ini (mengambil pasokan ayam dari Jabar) jalan terbaik bagi kami.

Ke depan, kami minta fasilitasi Pemkot, minta carikan penyalur yang sesuai standard," kata Agung.

Mengenai permintaan tenant makanan yang ditutup ia mengaku selama ini makanan yang dipajang tak ditutup kain.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved