Ini Faktor Penyebab Sepinya Arus Penumpang di Terminal Tanah Grogot Kabupaten Paser
Lonjakan penumpang di Terminal Tanah Grogot sangat sedikit. Terminal ini dalam pengelolaan DIshub Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Arus mudik Lebaran 2019 di Terminal Tanah Grogot, Kabupaten Paser mengalami peningkatan.
Hal ini diungkapkan Koordinator Terminal Wilayah Kabupaten Paser, Suryanta, Senin (3/6/2019).
“Memang meningkat, tapi sedikit sekali paling-paling bertambah 5-7 penumpang dibandingkan hari-hari biasa.
Ada banyak faktor penyebabnya, pertama karena pemekaran Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dulu dari Penajam banyak yang ke Paser, sekarang tidak lagi,” kata Suryanta.
Kedua, lanjut Suryanta, dulu angkutan karyawan belum ada, sekarang setiap perusahaan punya, sehingga karyawan tak butuh angkutan umum lagi.
Kemudian kendaran pribadi, baik roda dua maupun roda empat semakin banyak, bahkan sebagian kecil diantaranya dijadikan angkutan liar.
“Itu yang plat hitam, banyak juga plat kuning (angkutan umum) dengan trayek bodong.
Terus ditambah pembagian mobil operasional desa oleh Pemkab Paser, membuat angkutan desa kekurangan penumpang,” ucapnya.
Kepada tribunkaltim.co Suryanta mengatakan bahwa itu semua adalah hasil pengamatannya sejak tahun 2012.
Saat di mana Dishub Kaltim mulai menugaskannya di Terminal Tanah Grogot.
Jadwal Kapal Samrinda-Parepare, Pelindo IV Persilakan Pemudik Tidur di Terminal Pelabuhan
VIDEO - Jelang Operasi Ketupat, Dishub Lakukan Tes Urine dan Ramp Check di Terminal PPU
Sejak Terminal Tanah Grogot masih berlokasi di Km 4 hingga, bergeser ke Km 6 di tahun 2014.
“Tahun 2017, Terminal Tanah Grogot dibawah binaan Dishub Provinsi Kaltim dan ditetapkan sebagai Terminal Type B.