Berita Video

VIDEO - Suka Duka Menempuh Perjalanan ke Hulu Mahakam dengan Kapal Penumpang, Ini Kisah sang Nakhoda

Transportasi air menggunakan kapal ini sejatinya menyimpan kenangan dan pengalaman tersendiri, bukan saja bagi pelakunya seperti nakhoda atau ABK

VIDEO - Suka Duka Menempuh Perjalanan ke Hulu Mahakam dengan Kapal Penumpang, Ini Kisah sang Nakhoda
TribunKaltim.Co/Fachri Ramadhani
Eksistensi kapal penumpang Samarinda-Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perkembangan moda transportasi membuat transportasi yang dulu jadi primadona mulai tersisih. 

Di Kalimantan Timur, moda transportasi perairan menuju daerah hulu Mahakam adalah moda transportasi paling utama. 

Transportasi air menggunakan kapal ini sejatinya menyimpan kenangan dan pengalaman tersendiri, bukan saja bagi pelakunya seperti nakhoda atau Anak Buah Kapal (ABK) tetapi juga para penumpangnya.

Namun, perkembangan jaman tentu tak bisa dilawan.

Saat ini, jalur transportasi darat sudah berkembang, mulai bus hingga minibus sudah tersedia.

Kapal di masa jayanya adalah primadona.

Namun, ketika kini transportasi darat, waktu tempuh menuju hulu Mahakam hanya memerlukan waktu berkisar 7 jam, sementara dengan kapal perlu waktu 24 jam, masyarakat mulai beralih pilihan transportasi. 

Tribunkaltim.co menyambangi Pelabuhan Feri Sungai Kunjang, Samarinda yang menjadi dermaga kapal dari Samarinda-Kutai Barat di momen Lebaran kali ini.

 Sejumlah kapal ke hulu Mahakam tampak lengang. 

Misran (56), bersandar di sebelah kanan kemudi kapal.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved