Soal Dugaan Pungli di Pelabuhan Kelotok, Ini Kata Kadishub PPU
Kepala Dishub PPU, Ady Irawan meminta kepada warga yang mengetahui adanya pungli di Pelabuhan Klotok Penajam untuk melaporkan kepada pihak berwajib
Penulis: Mir |
Udin (32), salah seorang petugas pelabuhan kapal kelotok di Kampung Baru, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur mengatakan kepadatan penumpang kapal kelotok tersebut mulai terjadi sejak kapal mulai beroperasi pukul 06:00 hingga pukul 19:00.
"Iya. padat terus ini dari kemarin, mulai jam 6 pagi sampai tutup jam 7 malam," katanya.
Sayang, peningkatan jumlah penumpang kapal kelotok di pelabuhan penyeberangan Balikpapan-Penajam dan sebaliknya penyeberangan Penajam-Balikpapan pada momen libur lebaran tahun ini, justru terjadi sejumlah kecurangan.
Peningkatan jumlah penumpang ini malah dimanfaatkan oknum petugas dan buruh kapal kelotok yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada setiap penumpang yang memiliki kendaraan roda dua.
Satu persatu, kendaraan roda dua terlihat dinaikkan di atas perahu kayu oleh buruh kapal, kemudian mereka meminta pemilik motor bebek agar membayar Rp 5.000 dan membayar Rp 10.000 untuk pemilik motor besar.
Begitupula sebaliknya, saat motor di turunkan dari atas kapal kelotok setibanya di tempat tujuan, setiap pemilik motor diharuskan membayar biaya tambahan.
Tarif tambahan Rp 5.000 untuk motor bebek dan Rp 10.000 untuk motor besar.
Sehingga setiap penumpang yang menyeberang dari Balikpapan ke Penajam atau sebaliknya dari Penajam ke Balikpapan sambil membawa motor, diharuskan membayar biaya tambahan sebesar Rp 10.000 untuk motor kecil dan Rp 20.000 untuk motor besar.
Berdalih untuk THR
Praktik dugaan pungli ini terjadi di kedua pelabuhan yang menghubungkan antar kota dan kabupaten itu.
Padahal, setiap penumpang tersebut sudah membayar tiket seharga Rp 45.000 untuk penumpang yang membawa motor dan Rp 38.000 untuk yang tidak membawa motor.
"Sebagai THR aja ini di hari lebaran, mereka harus bayar dong. Soalnya kan aktivitasnya padat juga dan jumlah motor yang kita turunkan banyak, jadi capek juga kita, uang-uang keringat lah ini," kata Kojo, salah seorang buruh kapal kelotok di pelabuhan Kampung Baru, Balikapapan Barat.
Terpisah, salah seorang buruh kapal kelotok lainnya di pelabuhan Penajam, Ilham, mengatakan hal senada.
Ia berdalih pungutan tersebut hanya sekadar Tunjangan Hari Raya (THR) saja.
"THR aja kita ini, Rp 10 ribu aja kok kalau motor besar, kalau motor kecil Rp 5 ribu aja, gak banyak," kata Ilham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arus-mudik-di-pelabuhan-klotok-kampung-baru-balikpapan-sabtu-162019-mototototmot.jpg)