Sering Banjir di Belakang Novotel, Rahmad Mas'ud: Bulan Ini Akan Diperbaiki
Rahmad mengaku telah mengimbau seluruh jajarannya mulai lurah hingga camat di daerah masing-masing, khususnya yang berada di kawasan hutan Balikpapan
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
Bukan sebatas drainase dan sungai
Pangkal persoalan banjir bukan sebatas dari persoalan di drainase atau kapasitas muatan sungai, namun juga harus melihat dari sisi penyebab kebijakan dari pemerintah kota soal keberpihakan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup.
Hal itu ditegaskan oleh Hery Sunaryo, Koordinator Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan Hidup (Stabil) Balikpapan, saat diwawancarai Tribunkaltim melalui sambungan telepon selulernya pada Kamis (31/5/2018) pagi.
Ia menjelaskan, penanganan banjir di tingkat hilir memang bisa dikatakan penting.
Membersihkan dan merevitalisasi drainase serta memperlebar sungai hal yang berguna juga bagi mengatasi persoalan banjir di Balikpapan.
“Ya pemerintah sudah bergerak, sempat ada beberapa drainase yang dibersihkan, lumpur diangkat, sedimentasi dibersihkan dari dasar drainase, tapi ini belum cukup,” tegas Hery.
Sebaiknya, kata dia, perlu juga diimbangi dengan penangan persoalan di tingkat hulu. Kebijakan pemerintah terhadap pembangunan berwawasan lingkungan hidup tidak ada ketegasan dan kejelasan.
Sebagai contoh, tambah Hery, marak perusahaan properti bebas membangun perumahan di lahan-lahan yang awalnya adalah vegetasi hijau.
Banyak perusahaan properti yang melakukan kegiatan usaha di tempat lahan baru yang awalnya adalah lahan penyerapan air hujan.
“Izin usahanya ada, tapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan analisis dampak lingkungan. Lahan dipakai semua untuk bangunan beton, sisa serapan air dan vegetasi hijau sama sekali tidak ada,” katanya.
Selain itu, ungkapnya, ada beberapa perumahan tidak ada yang bangun bendali.
Pelanggaran ini banyak ditemukan di lapangan.
Padahal bendali sendiri berfungsi untuk menampung air di perumahan tersebut supaya tidak banyak yang lari ke drainse perumahan lain.
“Bendali kan dibuat untuk supaya tidak banjir. Air sudah tertampung, tapi ini tidak,” katanya.
Tidak hanya itu, kawasan hutan kota pun sekarang sudah banyak yang tidak lagi perawan. Hutan kota yang ada di Balikpapan sudah ada yang dijajah untuk pembangunan gedung-gedung beton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wakil-walikota-balikpapan-rahmad-masud-_.jpg)