Sabtu, 2 Mei 2026

Sering Banjir di Belakang Novotel, Rahmad Mas'ud: Bulan Ini Akan Diperbaiki

Rahmad mengaku telah mengimbau seluruh jajarannya mulai lurah hingga camat di daerah masing-masing, khususnya yang berada di kawasan hutan Balikpapan

Tayang:
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM/ SITI ZUBAIDAH
Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud 

“Hutan kota seperti di daerah Telaga Sari dan Sepinggan yang dekat kawasan Dome itu sudah rusak. Dahulu masih banyak yang hijau tapi sekarang sudah berubah banyak bangunan-bangunan permanen,” tutur Hery.

Karena itu, tegasnya, pemerintah kota harus berani mengambil langkah melakukan audit lingkungan dengan acuan payung hukum Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009.

“Audit lingkungan selama ini tidak berjalan. Padahal ini penting, untuk mengukur, menilai sejauh mana mereka melakukan pembangunan sesuai dengan peruntukannya. Supaya saat ada pelanggaran punya bukti kuat untuk bisa menindak,” katanya.

Selain itu tambahanya, pemerintah kota harus mampu berani mengawasi kejanggalan yang ada di lapangan.

Jangan sampai mandul, fungsi pengawasan wajib bertaring, berani bertindak saat ada pelanggaran terhadap lingkungan hidup.

Dan tidak lupa juga, pemerintah kota juga berani mengambil langkah upaya untuk memberi efek jera dan menuntut pertanggungjawaban para pelanggar lingkungan hidup untuk mau melakukan penggantian atau semacam rehabilitasi.

“Lahan hijau dibuat bangunan harus ada penggantian atas lahan yang sudah dibuka buat bangunan,” ujar Hery. 

Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Balikpapan menyatakan prioritas anggaran direncanakan untuk penanganan banjir di Balikpapan seperti di daerah Gunung Malang. 

Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua Komisi III, H Haris, kepada Tribunkaltim, yang menjelaskan, pemerintah kota Balikpapan sedang berupaya menangani persoalan genangan air hujan yang membuat beberapa lokasi di Balikpapan banjir.

Satu caranya melakukan penempatan porsi keuangan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukan bagi penanganan problematika perkotaan seperti banjir.

Pemerintah berupaya terus mencari solusi, meramu agar Balikpapan tidak ada lagi banjir. Selama ini setiap hujan deras, banjir selalu menghantui Balikpapan, terutama di kawasan Balikpapan Kota dan Tengah.

“Yang sudah pasti itu ada perbaikan dan peningkatan drainase di sepanjang Jalan Sutoyo, juga Jalan Ahmad Yani daerah Gunung Malang,” ujarnya pada Kamis (31/5/2018) pagi.

Saban hujan deras, kawasan Gunung Malang ini selalu saja menderita digenangi air banjir. Karena itu, anggaran dikucurkan untuk mengatasi drainase supaya sistem pengairan berjalan bagus, banjir mampu diredam.

“Anggaran yang sudah dianggarkan kalau tidak salah itu sekitar Rp 8 miliar. Proyeknya sudah ditender. Bulan-bulan ke depan semestinya sudah bisa berjalan,” tegas Haris, yang merupakan alumni SMA Negeri 5 Balikpapan ini.

Selain peningkatan kualitas drainase di Gunung Malang, ternyata juga ada penempatan anggaran untuk penanganan persoalan pembebasan lahan Sungai Ampal supaya sungai kebanggan masyarakat Balikpapan Tengah ini semakin lebar mampu menampung banyak air.

“Pembebasan sedang diupayakan pemerintah. Jika selesai tahun ini pasti di tahun 2019 sudah berlangsung pengerjaannya. Kami akan pantau terus, ikut mengawasi di lapangan,” ujar politisi partai Demokrat ini.

Karena itu, dia pun mengimbau kepada pemerintah kota dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan untuk mampu merangkul semua pihak dalam mensukseskan program pelebaran Sungai Ampal.

“Dinas Pekerjaan Umum wajib berkoodinasi dengan BPN dan Camat serta Lurah dalam penetapan lokasi pembuatan peta bidang. Nanti kalau sudah beres, tinggal pelaksanaan teknsinya saja dilaksanakan. Kami akan ikut awasi, bakal lakukan sidak,” kata Haris.

Komisi III yang membidangi pembangunan dan lingkungan hidup akan melakukan kontrol pelaksanaan semua proyek penanganan banjir di Balikpapan.

Sebab untuk pelebaran Sungai Amal saja, ada anggaran Rp 8 miliar di tahun ini yang digunakan untuk upaya pembebasan lahan pinggiran sungai.

Belum lagi upaya pelebaran Sungai Ampal diperkirakan akan mengabiskan anggaran sampai sekitar Rp 200 miliar, yang akan membuka lahan baru antara 25 hingga 40 meter. (*)

Subscribe official YouTube Channel

Baca juga:

LINK dan Jadwal Pendaftaran SBMPTN 2019, Mulai Pukul 13.00 WIB di pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id

BREAKING NEWS - Perahu Kandas di Laut, 4 Warga Balikpapan Terombang-Ambing Seharian, Begini Nasibnya

TERPOPULER: Pemkot Samarinda Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir 7 Hari, Korban Harus Dapat Bantuan

Ismail Mengambil Kail Mancing, Spontan Buaya Gigit Betisnya Diseret ke Air, Ini Nasibnya Sekarang

Ungkap Pilihan Politik Ani Yudhoyono Hingga SBY Bersedekap, Jubir BPN Sebut Prabowo Diminta SBY

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Tags
Rahmad Masud Wawali Balikpapan
Hotel Novotel Balikpapan
banjir
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved