Dugaan Motif Pasutri Beri Tontonan Adegan Amoral ke Bocah, Idap Kelainan, Hingga Faktor Pendidikan

Berikut dugaan motif Pasutri ini hingga pertontonkan adegan amoral atau live seks kepada bocah-bocah di lingkungannya

"Keduanya mengajak menonton pada anak-anak untuk saat mereka berhubungan badan syaratnya iuran membeli kopi dan rokok," katanya saat ditemui di Mapolresta, Selasa (18/6/2019) petang.

Video amoral Guru dan Muridnya Tersebar, Korban Mengaku Dijadikan Budak Seks

Pasutri Tasikmalaya Pungut Biaya Saat Adegan amoral ke Anak SD, Sempat Kabur ke Kampung Terpencil

Pihaknya tengah mendalami motif pasutri melakukan hal tersebut.

Masih menurut Ajun, terdapat enam korban yang melihat adegan tesebut sekali.

"Kemudian informasi bahwa ada dampak anak balita berusia 3 tahun yang nyaris jadi korban anak-anak yang menonton itu, kami masih dalami," ucapnya.

Akibat perbuatannya, keduanya akan dikenai sanksi pidana Pasal 36 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan diancam 10 tahun penjara.

Suami istri asal Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, yang menyuguhkan hubungan seks live ke anak-anak tengah diperiksa anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (18/6/2019).
Suami istri asal Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, yang menyuguhkan hubungan seks live ke anak-anak tengah diperiksa anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (18/6/2019). ((KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA))

 

Bayar Mie Instan atau Rokok

Diberitakan sebelumnya ES dan LA mempertontonkan adegan intim ke sejumlah bocah yang tinggal disekitarnya.

Keduanya mematok harga sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000 untuk dapat menonton adegan tersebut.

Selain membayar dengan uang mereka juga bisa membayar menggunakan mi instan atau rokok.

Aksi bejat ini mulai terbongkar oleh seorang guru mengaji di kampung tersebut, Miftah Farif mendengar cerita dari seorang anak.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved