Banjir di Samarinda
Tanggap Darurat Banjir Samarinda Diperpanjang 21 Juni, Posko Bengkuring Disiagakan 24 Jam Non Stop
Ada yang kena dampak banjir di Samarinda, ada yang rumahnya terendam banjir sampai ada yang terhalang berpergian karena akses jalan terhalang banjir.
Penulis: Ilo |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Belum lama ini ibukota Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda dilanda banjir, hampir sebagian besar wilayah di Samarinda terkena genangan air banjir.
Bukan jumlah yang sedikit, mereka yang kena dampak banjir di Samarinda, ada yang rumahnya terendam banjir sampai ada yang terhalang berpergian karena akses jalan terhalang banjir.
Bencana banjir merusak beberapa pemukiman warga, termasuk agenda aktivitas masyarakat Samarinda, terhalang dan jadi batal melakukan aktivitas keseharian. Walau kini banjir sudah surut, masih perlu proses pemulihan dan ada upaya memberikan bala bantuan bagi korban banjir.
Mengutip kabar sebelumnya dari Tribunkaltim.co, kali ini masih ada beberapa yang peduli ingin bantu meringkankan beban korban banjir di Samarinda.
Seperti halnya sekelompok TNI Polri ikut turun tangan bersihkan lingkungan yang terkena banjir dan komunitas hobi memberi paket bantuan ke korban banjir pada Rabu (19/6/2019).
Apalagi sampai sejauh ini, masa tanggap darurat banjir masih berlaku.
Hal ini disampaikan oleh Ali Fitri Noor, Plh Sekretaris Kota Samarinda sebagaimana yang sudah ditayang di Tribunkaltim.co.
Karena itu, saat ini status dari bencana banjir di Samarinda masih dianggap masa tanggap darurat.
Status masa tanggap darurat ini berlaku hingga 21 Juni 2019 nanti.
Kata dia penentuan status masa tanggap tersebut diputuskan melalui rapat koordinasi dengan pihak terkait, membahas mengenai darurat banjir.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini dilakukan di Posko Induk Jalan DI Pandjaitan, Kota Samarinda.
"Dari keseluruhan hasil rapat memutuskan bahwa masa tanggap darurat banjir akan tetap dilanjutkan sampai tanggal 21 Juni 2019 seperti penentuan awal tanggap darurat bencana," ungkapnya.
Melalui status masa tanggap darurat tentu saja bantuan pun masih terus diupayakan, berharap ada dermawan juga yang ingin sukarela sodorkan bantuan kepada korban banjir.
Perlu rasanya adanya dapur umum yang bisa dimanfaatkan bagi para korban banjir serta adanya kelancaran distribusi bantuan yang diperuntukan bagi korban banjir.
"Posko Darurat yang akan tetap ada dan di siagakan 24 jam itu adalah posko wilayah Bengkuring," ungkapnya.