Pembangunan Kereta Api Borneo, Momen Pas Perpindahan Ibukota Negara ke Pulau Kalimantan
Ini momentumnya cukup tepat membangun di sini karena ada rencana perpindahan ibukota negara. Itu yang kita coba yakinkan
Penulis: Mir |
TRIBUNKALTIM.CO - Kelanjutan pembangunan Kereta Api Borneo (KAB) yang ditandai dengan kunjungan lapangan Tim Terpadu dari sejumlah kementerian dan Provinsi Kaltim, di Kawasan Industri Buluminung (KIB), Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memberikan angin segar.
Semenjak ground breaking yang dilakukan Presiden Joko Widodo 19 November 2015 lalu, pembangunan KAB ini tidak ada perkembangan yang berarti.
Hanya lahan ratusan hektar yang telah dibebaskan.
Sementara progress pembangunan belum ada sama sekali.
Meski di lahan tersebut telah ada kantor dan dijaga satpam, namun secara fisik pembangunan kereta api pertama di Pulau Kalimantan itu belum ada sama sekali.
Usai dilakukan kunjungan lapangan yang juga dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, pada, Rabu (26/6/2019) lalu, lanjut digelar Business Gathering Indonesia-Rusia yang digelar Kementerian Luar Negeri, di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (27/6/2019).
Business Gathering ini sebagai bentuk dukungan rencana pembangunan kereta api yang menghubungkan Penajam-Kutai Barat.
Direktur Eropa III Kementerian Luar Negeri RI, Ardian Wicaksono mengatakan, sejumlah investasi dan kerjasama perdangangan telah dijalin bersama Rusia termasuk dengan rencana pembangunan Kereta Api Borneo ini.
Bahkan pemerintah pusat sangat mendukung.
Karena bila pembangunan kereta api ini dilanjutkan, maka banyak pengembangan bisnis akan tumbuh termasuk dalam segi infrastruktur.
“Juga bisa dikembangkan ke sektor pariwisata, energi dan transportasi serta mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar Ardian.
Bahkan di kegiatan ini lanjutnya, juga ingin memberikan pemahaman kepada Rusia bahwa Kaltim memiliki potensi.
Dalam kesempatan ini, Ardian mengatakan bahwa pembangunan kereta api ini merupakan momen yang pas, karena untuk mengantisipasi rencana perpindahan ibukota Negara di Pulau Kalimantan.
"Ini momentumnya cukup tepat membangun di sini karena ada rencana perpindahan ibukota negara. Itu yang kita coba yakinkan sehingga nanti banyak bisnis yang akan masuk di Kaltim," jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan KAB ada prosesnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rel-2661.jpg)