Usaha Pertamini Masih Ilegal, Ketua DPRD Balikpapan Ingin Bertemu Pertamina

Meski secara aturan pemakaian Pertamini dalam menjual BBM dianggap illegal, namun para pedagang semakin menjamur

Usaha Pertamini Masih Ilegal, Ketua DPRD Balikpapan Ingin Bertemu Pertamina
TribunKaltim.Co/Aris Joni
Salah satu usaha Pertamini yang menjadi sorotan Walikota Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO - Pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan pom mini atau Pertamini di Kota Balikpapan mulai marak.

Meski secara aturan pemakaian Pertamini dalam menjual BBM dianggap illegal, namun para pedagang semakin menjamur.

Menjamurnya para pedagang BBM menggunakan Partamini ini mendapat perhatian dari Walikota Balikpapan, Rizal Effendi. Ia menilai bahwa warga yang menjual BBM menggunakan Pertamini jelas melanggar aturan dan dianggap illegal.

Bahkan ia meminta kepada para pemilik Pertamina untuk menggentikan beroperasi dan baru bisa beroperasi setelah ada aturan yang jelas mengenai penggunakan Pertamini dalam menjual BBM.

Alat SPBU mini ini banyak dijumpai di Jakarta, tapi untuk wilayah Kalimantan Wahyudi mengklaim baru dia satu-satunya yang punya.
Alat SPBU mini ini banyak dijumpai di Jakarta, tapi untuk wilayah Kalimantan Wahyudi mengklaim baru dia satu-satunya yang punya. (TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK)

"Apabila masih ada Pertamini yang buka dan melayani masyarakat, tentunya akan ditindak Satpol PP," ujarnya.

Ia mengatakan, maraknya Pertamini ini maka Pemerintah Kota Balikpapan akan segera mendiskusikan dengan Pertamina terkait dengan aturan mengenai penjualan BBM sekala kecil atau eceran.

Apalagi muncul tuntutan permintaan dari sejumlah perwakilan pengusaha Pertamini, agar pemerintah memberikan keberpihakan terhadap usaha mereka.

Rizal mengakui, saat ini memang ada program khusus untuk penjualan dalam skala kecil, namun harus ada aturan yang jelas dari Pertamina terkait aturan "Tapi Pertamini itu dianggap sama dengan penjual BBM botolan," tegasnya.

Ia menambahkan, dengan belum adanya aturan yang jelas terkait usaha Pertamini, maka Pemerintah Kota Balikpapan mengkategorikan Pertamini sebagai kegiatan usaha ilegal.

SIDANG - Pelaku usaha SPBU Mini menjalani pemeriksaan dan sidang di Kantor Satpol PP Balikpapan, Rabu (20/6). Sejumlah pelaku usaha SPBU Mini atau pertamini menjalani sidang karena dinilai melanggar Perda No 10 Kota Balikpapan Pasal 19 dan 21
SIDANG - Pelaku usaha SPBU Mini menjalani pemeriksaan dan sidang di Kantor Satpol PP Balikpapan, Rabu (20/6). Sejumlah pelaku usaha SPBU Mini atau pertamini menjalani sidang karena dinilai melanggar Perda No 10 Kota Balikpapan Pasal 19 dan 21 (TRIBUN KALTIM / FACHMI RACHMAN)

"Adapun beberapa faktor Pertamini dilarang diantaranya keselamatan. Kejadian kebakaran yang terjadi di Balikpapan pada 6 Juni 2019 lalu, menghanguskan sebuah ruko yang di depan terdapat depot Pertamini.

Halaman
1234
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved