Kecewa Jokowi-Maruf Menang, Pria Ini Sebar Hoaks dan Cemarkan Nama Baik Mahkamah Konstitusi

Pria berinisial TFQ ini nekat menyebar hoaks yang mencemarkan nama baik Mahkamah Konstitusi. Begini isi konten hoaksnya

Kecewa Jokowi-Maruf Menang, Pria Ini Sebar Hoaks dan Cemarkan Nama Baik Mahkamah Konstitusi
Tribunnews/Jeprima
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman saat memimpin sidang sengketa pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak semua gugatan dari pemohon. Menindaklanjuti sidang putusan MK, KPU akan menetapkan pasangan capres dan cawapres terpilih Minggu (30/6/2019). 

Kini, publik tinggal menunggu pelantikan Presiden dan Wapres terpilih yakni Jokowi-Maruf Amin, yang akan digelar 20 Oktober mendatang.

Meski berakhir, namun Pilpres 2019 rupanya meninggalkan jejak.

Berupa perpecahan atau polarisasi di masyarakat.

Aksi saling dukung antara pendukung Jokowi dan Prabow masih terlihat hingga kini.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Arsul Sani mengatakan upaya dalam meredam polirasi masyarakat pasca-Pemilu Presiden 2019 tidak dilakukan by design.

Dia menyarankan agar sebaiknya dibiarkan mengalir saja.

Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Anggota Komisi III dari Fraksi PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

Dia mengatakan, upaya meredam polarisasi tidak perlu menggunakan skema rancangan.

"Ibarat menyimpan bara, itu kan masih panas, masih besar," kata Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (4/7/2019).

Karena bila dirancang dengan skema, misalnya para elite bergandengan tangan bersama-sama ke masyarakat, justru dikhawatirkan akan gagal meredam polarisasi.

"Menurut saya kalau terlalu kita by design, ketemu terus keliling jangan-jangan malah gagal.

Prabowo Belum Berminat Bertemu Jokowi untuk Rekonsiliasi, Begini Penjelasan TKN

Soal Rekonsiliasi, Rocky Gerung Sindir Kubu Jokowi di ILC TV One, yang Menang, Hatinya Tidak Lega

Dampak Bila Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo Tak Terwujud Ternyata Cukup Serius, Begini Kata JK

Tapi kalau dibiarkan dingin, pelan-pelan sendiri nanti begtu kemudian by design nya itu dijalankan saya kira itu bisa lebih efektif," tuturnya. 

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved