Sabtu, 23 Mei 2026

Progres SOA Barang Capai 70 Persen, Medan Distribusi Jadi Tantangan

rata-rata realisasinya untuk SOA barang ke pedalaman sudah mencapai 70 persen. Sedangkan untuk realisasi keuangannya mencapai 60 persen.

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/HO/DISPERINDAGKOP KALTARA
Perahu siap mengantarkan barang dengan tarif angkutan subsidi ke wilayah pedalaman dan perbatasan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Realisasi subsidi ongkos angkut (SOA) barang ke wilayah perbatasan oleh Disperindagkop Kalimantan Utara rata-rata realisasinya sudah mencapai 70 persen. Sedangkan untuk  realisasi keuangannya mencapai 60 persen.

Kepala Disperindagkop Kalimantan Utara melalui staf Perdagangan Dalam Negeri Ferry Rayan mengatakan, capaian tersebut cukup menggembirakan.

Namun ukurannya bukan karena realisasi yang tinggi, tetapi niat Pemprov Kalimantan Utara untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bisa  berjalan cukup lancar.

"Memang ada beberapa tantangan yang kita alami, seperti sulitnya menembus daerah-daerah pedalaman melalui sungai yang berbatu-batu dengan arus yang kuat.

Tetapi tantangan itu semakin membuat kita bersemangat," kata Ferry kepada Tribunkaltim.co, Senin (8/7/2019).

Distribusi barang ke Pujungan dan Bahau Hulu Kabupaten Malinau misalnya, memakan waktu 12 perjalanan lewat sungai menggunakan long boat, dengan kapasitas muatan setiap kali pengangkutan bervolume 6 ton.

"Itu kita berangkatnya dari Tanjung Selor. Kalau berangkat dari Malinau, lebih jauh lagi," sebutnya.

Distribusi ke Pujungan dan Bahau Hulu sudah berjalan 50 persen dan realisasi keuangannya mencapai 30 persen dari alokasi anggaran masing-masing Rp 1,9 miliar.

Pengakutan melalui jalur udara ke Long Bawan, Krayan misalnya, realisasi fisiknya mencapai 50 persen dan keuangan 23 persen.

Perahu siap mengantarkan barang dengan tarif angkutan subsidi ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Perahu siap mengantarkan barang dengan tarif angkutan subsidi ke wilayah pedalaman dan perbatasan. (TribunKaltim.Co/HO/DISPERINDAGKOP KALTARA)

Adapun pengiriman ke Lumbis (Nunukan) sudah mencapai 75 persen dan keuangan 60 persen.

Adapun rute Nunukan-Seimanggaris sudah berjalan 90 persen dengan realisasi keuangan mencapai 60 persen.

Ferry mengatakan, kegiatan SOA Barang akan berakhir pada bulan November mendatang. Belum dapat dipastikan adanya penambahan kegiatan pada APBD Perubahan 2019 ini.

"Kalau memang tidak ada mengajukan addendum, berarti kita cukupkan November. Kalau ada pengajuan, kita lihat lihat, kalau bisa dipenuhi kita dipenuhi.

Kita juga melihat alam apakah banjir atau tidak. Karena memang pendistribusian betul-betul tergantung kondisi alam," ujarnya.

Untuk diketahui, jenis barang yang diangkut mencakup bahan-bahan pokok, perlengkapan sekolah murid dan siswa di perbatasan, termasuk alat-alat keperluan dapur masyarakat.

Selain bertujuan menyediakan harga barang yang murah di perbatasan, program subsidi ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat perbatasan dari produk-produk Malaysia.

“Barang yang tiba di sana, kita kumpulkan di penyalur-penyalur yang sudah kita tunjuk sebagai antisipasi harga tidak naik," sebutnya.

Pada tahun 2016 Disperindagkop menggelontorkan anggaran SOA Barang sebesar Rp 8,6 miliar. Tahun 2017 meningkat menjadi Rp 9 miliar, dan berlanjut pada tahun 2018 dan tahun 2019 masing-masing Rp 9 miliar. (*)

Subscribe Official YouTube Channel:

Baca juga:

Ada Gempa 7,2 SR Berpotensi Tsunami, Warga Kema Sulut Berlarian dan Hanya Bawa Pakaian di Badan

VIDEO VIRAL Ojek Angkut Motor Besar, Terungkap Lokasi dan Tarif Sekali Angkut

SEJARAH HARI INI: Jerman Barat Bikin Maradona cs Bertekuk Lutut di Final Piala Dunia 1990

SEJARAH HARI INI: Mineirazo, Kekalahan Paling Memalukan Timnas Brasil di Piala Dunia

CERITA KAESANG PANGAREP Saat Ibu-ibu Komentari Dirinya Tak Ikut Antre, 'Padahal Saya Yang Punya'

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved