Meski Ada Jalur PTN Diluar SBMPTN 2019, Peserta Harus Siap Puluhan hingga Ratusan Juta, Ini Buktinya

Jika belum beruntung lulus di jalur SBMPTN 2019, masih ada kesempatan kuliah di kampus negeri, yakni melalui Jalur Mandiri.

Meski Ada Jalur PTN Diluar SBMPTN 2019, Peserta Harus Siap Puluhan hingga Ratusan Juta, Ini Buktinya
(KOMPAS.com/RENI SUSANTI)
Kampus Universitas Padjadajaran (Unpad) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

Info Lengkap: ISI SURAKARTA

7. Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Waktu pendaftaran: 20 Mei - 16 Juli 2019.

Info Lengkap: Unnes

8. Universitas Jenderal Soedirman

Waktu pendaftaran: 1 - 12 Juli 2019

Info Lengkap: Unsoed

Baca juga :

Tips Memilih Perguruan Tinggi Swasta Berkualitas Bagi yang Gagal Lulus SBMPTN 2019

Penentuan Lulus SBMPTN 2019 Disorot, PTN Pilih yang Pilihan 1 Meski UTBK Kalah, Ogah Dinomorduakan

9. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Waktu Pendaftaran: 18 Juni - 12 Juli 2019

Info Lengkap: ITS

10. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

15 Juni - 12 Juli 2019
Info lengkap:

http://pmb.upi.edu/sarjana/

11. Universitas Siliwangi (UNSIL)

10 Juni - 13 Juli 2019
Info lengkap :

https://pmb.unsil.ac.id/site/

12. Unair Buka Kemungkinan Seleksi Jalur Mandiri Gelombang Kedua

Dikutip dari Surya.co, Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengakui banyak melakukan kajian terkait pendaftar yang diterima jalur mandiri tetapi juga diterima di jalur SBMPTN.

"Kami sedang melihat diterima dipilihan 1 atau 2 di SBMPTN, kalau pilihan 2 masih dipertimbangkan diterima mandirinya.

Kalau pilihan 1 yang diterima pasti kami batalkan penerimaan mandirinya,"urainya.

Ia menegaskan, pertimbangan tersebut diambil karena pilihan satu dianggap pasti paling top, sementara pilihan kedua bisa jadi nanti akan diabaikan pendaftar dan lebih milih mandiri yang pilihan satu dia.

"Saat ini saya masih bingung tentang kuota jalur Mandiri, mungkin nanti kalau ada banyak yang tidak daftar ulang baru akan kami lakukan putaran kedua dengan mengambil rangking tertinggi yang gagal diterima,"pungkasnya.

Sebelumnya, pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sudah bisa diakses pada Selasa (9/7/2019).

Dari jalur ini, Unair menerima sebanyak 2.332 mahasiswa baru (maba) atau sebesar 42.5 persen dari total keseluruhan kuota maba.

"Mahasiswa baru jalur SBMPTN 2.332. Kalau dihitung presentase, jalur ini 42.5 persen dari minimal yang seharusnya hanya 40 persen," ungkap Nasih.

Nasih mengatakan, 2.332 mahasiswa baru yang diterima, 379 di antaranya adalah penerima Bidikmisi.

Namun penerima Bidikmisi nantinya masih akan menunggu verifikasi dari pihak Unair.

"Bagi penerima Bidikmisi, penerimaan sebagai mahasiswa sudah positif. Tetapi penerimaan Bidikmisi masih menunggu verifikasi.

Sehingga jika kondisinya berbeda dengan yang dilaporkan bukan penerimaan mahasiswa yang dicabut, tapi penerima bidikmisi yang artinya tetap bisa kuliah dengan biaya sendiri," ujarnya.

Dengan tambahan 379 mahasiswa baru Bidikmisi, Unair saat ini telah mempunyai sekitar 800 mahasiswa penerima Bidikmisi.

Sebelumnya sebanyak 384 mahasiswa Bidikmisi telah melalui jalur SNMPTN.

Sementara yang tertinggi dari FK Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan angka 804.

"Ini sekaligus menjadi ukuran FK masih menjadi rata-rata tertinggi. FK rata-ratanya ada di 736 sekian," ujarnya.

Nasih mengimbau bagi calon mahasiswa baru yang diterima untuk segera mendaftar ulang dan melunasi biaya-biaya yang ada.

Pasalnya waktu yang diberikan untuk melengkapi administrasi tidaklah banyak.

Biaya jalur mandiri

Untuk diketahui. Jalur Mandiri atau Seleksi Ujian Mandiri adalah sebutan untuk penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Tahun 2019 ini jalur mandiri diberi kuota 30 persen dari total jumlah mahasiswa yang akan diterima.

Angka ini naik ketimbang tahun 2018 lalu dimana jalur mandiri hanya diberi kuota 20 persen.

Biaya seleksi mandiri memang bisa dikatakan lebih besar ketimbang jalur SBMPTN apalagi SNMPTN.

Hal itu lantaran pihak universitas bisa meminta uang pangkal dari para lulusan yang lolos dari jalur mandiri PTN.

Merujuk Permenristekdikti No 22 Tahun 2015 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi negeri di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Pasal 9 (1), menyebutkan PTN dapat memungut uang pangkal dan/atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru Program Sarjana dan Program Diploma yang terdiri atas:

1. mahasiswa asing

2. mahasiswa kelas internasional

3. mahasiswa yang melalui jalur kerja sama; dan/atau

4. mahasiswa yang melalui seleksi jalur mandiri.

Jadi untuk jalur mandiri besaran biaya kuliah tergantung kebijakan PTN tersebut dengan kata lain biaya jalur mandiri PTN terbagi menjadi 2 (dua), yakni :

1. Biaya kuliah terdiri atas UKT ditambah uang pangkal (atau pungutan lainnya).

2. Biaya kuliah hanya terdiri atas UKT saja.

Biayanya bisa berkisar antara Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 100 juta untuk jurusan kedokteran.

Adapun jadwal pendaftaran di setiap PTN penyelenggara Seleksi Mandiri berbeda-beda.

Berikut jadwal Seleksi Mandiri beberapa PTN seperti dilansir Banjarmasinpost.co.id dari Tribunjateng.com :

Dipatok puluhan hingga ratusan juta rupiah

Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sama-sama menerapkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri.
Pembiayaan kuliah melalui seleksi jalur mandiri lebih mahal ketimbang jalur reguler, SNMPTN 2019, dan SBMPTN 2019.
Dihubungi melalui pesawat telepon, Selasa (26/3/2019) seperti dilansir Tribunwow.com, Winda, staf Humas Universitas Padjadjaran (Unpad), mengakui biaya masuk Program Pendidikan Kedokteran di Unpad pada tahun ini cukup besar.
Jika masuk melalui jalur mandiri, biaya yang harus dikeluarkan Rp 250 juta.
"Tapi perlu ditekankan, dana pengembangan tersebut (besarannya) berbeda pada tiap program studi," ujarnya.
Tahun ini, Unpad mengalokasikan 25 persen dari daya tampungnya untuk jalur SNMPTN, 50 persen untuk jalur SBMPTN, dan 25 persen dari jalur seleksi mandiri.
Dilansir dari laman unpad.ac.id, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Dr. Arry Bainus, M.A., mengatakan, sebanyak 1.517 orang diterima di Unpad melalui jalur SNMPTN.
"Ada beberapa program studi di Unpad yang memiliki tingkat keketatan tertinggi se-Indonesia," kata Arry.Setelah dinyatakan lulus di Unpad, peserta wajib melengkapi biodata yang tersedia di laman
http://pengumuman.unpad.ac.id mulai 26 Maret hingga 1 April 2019 pukul 17.00. Peserta juga wajib mengirim berkas fotokopi legalisasi rapor cap pos ke PO Box 45363 Cikeruh, Jatinangor, Sumedang, antara 1 sampai 8 April 2019.
Besaran uang kuliah tunggal (UKT) untuk peserta non-Bidikmisi mulai dapat diunduh pada 2 Mei 2019 setelah masa pengisian biodata. Pembayaran UKT bisa dilakukan lewat perbankan mitra Unpad pada tanggal 2-8 Mei 2019.
Winda mengatakan, biaya UKT untuk mahasiswa baru besarnya bervariatif. Biaya UKT dibagi menjadi dua kelompok, yaitu untuk kelompok saintek dan kelompok sosiohumaniora.
"Besaran UKT kelompok saintek adalah Rp 500 ribu-Rp 13 juta, sedangkan UKT kelompok sosiohumaniora kisarannya lebih rendah, yaitu Rp 500 ribu hingga Rp 7 juta," katanya.
UPI
Kepala Humas UPI, Dr. Yuliawan Kasmahidayat, mengatakan, besaran biaya kuliah di UPI pada tahun ini tidak mengalami perubahan kenaikan.
"Kami sudah mengupayakan, mengevaluasi setiap tahunya sehingga kami susun besaran UKT setiap prodi," ujar Yuliawan saat ditemui Tribun di kantornya di kampus UPI, Bumi Siliwangi, Kota Bandung, Senin (25/3).
Yuliawan mengatakan, besaran biaya kuliah melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN ditetapkan melalui UKT yang dibayar berdasarkan rentangan terdiri dari delapan kelompok klasifikasi dasar kemampuan penghasilan orang tua mahasiswa bersangkutan.
"UKT mulai terendah Rp 500.000 hingga tertinggi Rp 9.000.000 untuk prodi tertentu," ujarnya.
Rentangan ini diklasifikasi didasarkan pada surat kemampuan dari orang tua calon mahasiswa, yang diperoleh dari data mahasiswa saat melakukan registrasi ulang.
Adapun bagi calon mahasiswa penerima beasiswa, biaya dialokasikan langsung untuk pembiayaan perkuliahan.
Berbeda dengan jalur lain, biaya kuliah melalui jalur mandiri atau Seleksi Mandiri terdiri atas beberapa komponen, yakni biaya registrasi, biaya penyelenggaraan pembelajaran (SPP) setiap semester, biaya pengembangan fasilitas dan mutu akademik, dan dana pengembangan lembaga.
Biaya paling murah Rp 18.400.000, yaitu di Fakultas Ilmu Pendidikan, dan termahal Rp 38.000.000 di Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. (Tribun Jabar/seli andina miranti/hilda rubiah)
Link sumber berita di sini
(TribunKaltim.co/Doan Pardede)
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved