Breaking News:

VIRAL: Buaya Ditemukan di Atas Genteng Rumah Warga Malang, Atap Rumah Sampai Ambrol, Begini Faktanya

Seekor buaya ditemukan di atas genteng rumah warga di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Editor: ade mayasanto
HO-DISDAMKARTAN BONTANG
ILUSTRASI - Warga dan Petugas dari Disdamkartan Bontang berfoto usai mengevakuasli buaya yang berukuran besar, Minggu (2/6/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO -  Seekor buaya ditemukan di atas genteng rumah warga di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Keberadaan buaya itu sempat membuat panik dan viral di grup Facebook Komunitas Asli Malang.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi menuturkan, seorang warga bernama Junaedi melapor atas rumahnya jebol sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah dilihat, ternyata ada seekor buaya nyanggong di genteng rumahnya.

"Warga di depan Polsek itu melapor kalau ada buaya jatuh menimpa genteng rumahnya. Atapnya sampai ambrol," tutur Suko kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (10/7/2019).

Buaya tersebut lantas langsung dievakuasi dan kini diamankan di Mapolsek Kedungkandang.

Penemuan hewan predator yang dilindungi itu juga telah dilaporkan ke BKSDA.

"Kami belum tahu jenisnya apa. Tapi sudah dilaporkan ke BKSDA. Sementara masih diamankan di Mapolsek Kedungkandang," imbuhnya.

Suko mengatakan pemilik dari buaya juga masih diselidiki.

Kata dia, kepemilikan terhadap hewan yang dilindungi harus dilaporkan ke BKSDA.

Berdasarkan pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Lagi, seorang warga meregang nyawa akibat terkaman buaya muara di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. 

Peristiwa tersebut terjadi pada pria bernama Ula (30), warga mes PT KIN Jalan Rawa Indah RT 11 Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (7/7/2019) malam.

Ia diketahui hilang sekitar pukul 18.30 wita. Saat itu, korban sedang memperbaiki baling-baling kapal ponton penyeberangan milik perusahaan yang parkir di tepi Sungai Muara Bengalon, Kutai Timur.

Warga bersama polisi dari Polsek Bengalon, kemudian melakukan pencarian dan ditemukan sekitar pukul 21.30 wita sekitar 500 meter dari lokasi hilang.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kapolsek Bengalon AKP Ahmad Abdullah mengatakan pencarian oleh tim gabungan dimulai pukul 21.00 Wita, menggunakan kapal.

Pencarian korban terkaman buaya di Sungai Muara Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
Pencarian korban terkaman buaya di Sungai Muara Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. (TribunKaltim.Co/HO Polres Kutim)

Saat penyisiran warga yang ikut melakukan pencarian menemukan korban sekitar 500 meter dari lokasi hilang.

Korban ditemukan dalam kondisi tubuh tertelungkup dan ada dua ekor buaya di sampingnya.

Namun, begitu kapal warga mendekat, dua buaya tersebut langsung pergi.

Tubuh korban juga sudah tidak utuh lagi.

buaya
buaya (mirror.co.uk)

Sebagian kepala, perut dan tangan kiri tidak ada.

"Hasil visum dari Puskesmas Bengalon menyatakan luka di tubuh korban akibat gigitan binatang buas,” beber Ahmad.

Dari keterangan teman korban yang bernama Amran, menurut Ahmad, korban bersama temannya turun ke sungai untuk mengecek kerusakan kapal.

Korban yang berada di sebelah Amran, tiba-tiba berteriak dan terlihat korban tertarik ke dalam sungai.

“Saat korban berteriak “aduh” saksi melihat korban tertarik ke dalam sungai dan tidak kembali lagi. Saat itu juga teman korban langsung naik ke atas kapal.

Setelah itu, teman korban lainnya, bernama April, sempat melihat jasad korban di lokasi tenggelam.

Namun saat April menarik rambut korban, tidak bisa.

Begitu diselami, tubuh korban menghilang dan tak ditemukan,” ungkap Ahmad.

Kisah Buaya Jadi Saudara Manusia

Ini kisah mistis yang kerap terjadi dan diyakini sekelompok masyarakat.

Seperti yang diyakini seorang nenek bernama Samiasa Bugis (67 tahun).

Nenek Samiasa menangisi seekor buaya yang ditangkap masyarakat di kampungnya.

Cerita bermula saat seorang nenek bernama Samiasa Bugis (67), warga Desa Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku, yang tak kausa menahan tangis setelah menyaksikan warga di desanya membawa bangkai seekor buaya.

Buaya ini ditangkap di muara sungai desa tersebut.

Nenek Samiasa menangis sejadi-jadinya sambil sesekali memeluk dan mengusap bagian perut dan kepala buaya tersebut saat hewan reptil itu dibawa warga ke perkampungan.

Sebelumnya, warga menangkap dan membunuh buaya itu pada Kamis sore (4/7/2019).

Aksi nenek Samiasa ini juga terekam dalam video siaran langsung yang dibagikan warga ke Facebook saat bangkai buaya tersebut dibawa ke perkampungan.

Salah satu warga setempat mengaku, nenek Samiasa menangis dan memeluk buaya tersebut karena ia meyakini bahwa buaya yang ditangkap warga itu merupakan jelmaan dari keluarganya.

“Kalau dengar dari cerita orang-orang di sini nenak itu menangis dan memeluk buaya itu karena dia yakin buaya yang dibunuh itu jelmaan dari moyangnya,” kata Yono Wael kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Jumat malam (5/7/2019).

Dia mengatakan, setelah buaya tersebut dibunuh dan dikubur, beredar cerita di tengah-tengah warga desa.

Yakni nenek Samiasa kerap memberi makan buaya yang dianggap sebagai jelmaan saudaranya itu pada malam Jumat.

“Katanya setiap malam Jumat buaya itu selalu datang dan diberi makan oleh Nenek Samiasa.

Cuma kita heran saja kalau itu benar kenapa dia (nenek) tidak merasakan kalau buaya itu sedang ada di muara dan menyuruhnya pergi saja,” katanya.

Namun demikian, kata Yono, warga yang penasaran dengan cerita itu malah menemukan fakta lain setelah mereka menanyakan langsung penyebab nenek Samiasa menangis dan memeluk bangkai buaya itu.

“Kalau pengakuan menantunya, Nenek Samiasa ini memang sangat penyayang binatang bahkan saat ayamnya mati dia menangis,” ujarnya.

Senada dengan Yono, Anwar Amarduan mengatakan, Nenek Samiasa menangis dan memeluk bangkai buaya karena ia mengganggap binatang itu merupakan jelmaan saudaranya.

“Katanya sih begitu, kalau buaya itu adalah jelmaan dari saudaranya nenek,” katanya.

Buaya berukuran besar di Kandang Transit Kantor Konservasi Wilayah II Kota Kupang, dievakuasi oleh Tim UPS BBKSDA NTT dari Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Minggu (30/6/2019).
ILUSTRASI: Buaya berukuran besar di Kandang Transit Kantor Konservasi Wilayah II Kota Kupang, dievakuasi oleh Tim UPS BBKSDA NTT dari Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Minggu (30/6/2019). (POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI)

Saat ibunya tengah sibuk mengurus adiknya, sang kakak yang masih berusia 2 tahun jatuh ke kandang buaya.

Saat sang ayah pulang dan mencarinya, sang anak hanya tersisa tengkoraknya.

Keluarga yang tinggal di Siem Reap, Kamboja ini memang memiliki peternakan buaya di belakang rumahnya.

Rom Roath Neary (2) hilang dari pandangan ibunya, ketika ibunya sibuk menggendong adiknya yang baru saja lahi. 

Selanjutnya sang ibu tidak lagi melihat anak perempuannya.

Ketika sang ayah Min Min (35) pulang, ia lalu berkeliling mencari anaknya. 

Jatuh ke Kandang Reptil, Balita Berumur 2 Tahun Jadi Santapan Buaya, Ditemukan Hanya Tinggal Tengkorak.
Jatuh ke Kandang Reptil, Balita Berumur 2 Tahun Jadi Santapan Buaya, Ditemukan Hanya Tinggal Tengkorak. (Kolase Astro Anawi dan Viral Press)

Pemandangan mengerikan itu berlokasi di sebuah kandang buaya di mana puluhan ekor buaya memang diternakkan.

Tengkorak Neary tergeletak begitu saja di dasar kandang yang terbuat dari beton.

Menurut keterangan polisi setempat sang balita pergi meninggalkan rumah untuk bermain di sekitar peternakan buaya yang berada di belakang perumahannya.

Di sekeliling kolam tersebut sudah dibuat pagar pengaman setinggi sepuluh kaki, namun rupanya ada sedikit celah yang masih bisa dimasuki anak-anak.

"Ayah korban membenarkan bahwa korban jatuh ke kandang buaya dan bahwa buaya membunuh putrinya dan hanya menyisakan tengkorak korban," ungkap Letnan Och Sophen.

Petugas mengimbau penduduk sekitar peternakan buaya agar semakin waspada terhadap anak-anak.

Buaya-buaya tersebut memang dikembangbiakkan untuk diambil daging dan kulitnya.

 Ibunya Sibuk Mengurus Adiknya yang Baru Lahir, Bocah 2 Tahun Jatuh ke Kandang Buaya, Sisa Tengkorak

 Luput dari Pengawasan Orangtua, Balita Jatuh ke Kandang Buaya, Sang Ayah Temukan Hal Mengejutkan

 TERPOPULER Warga Jerat Buaya Seberat 300 Kg, Baru 3 yang Tertangkap, Diduga Masih Ada 13 Ekor Lagi

 

Lagi, Buaya Raksasa Dievakuasi di Nyerakat Kiri, Buaya Muncul di Permukiman, Ini Penjelasannya

Satwa liar buaya berukuran raksasa kembali dievakuasi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Minggu (2/6/2019).

Buaya berukuran 4 meter ini ditangkap petugas setelah terjerat di sungai kecil di Kampung Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Reptil ini jadi satwa kali kedua yang dievakuasi petugas.

Sepekan lalu di lokasi yang sama petugas juga telah mengevakuasi buaya berukuran lebih kecil.

Dari sumber tribunkaltim.co, buaya ini mulanya tersangkut tali yang berada di sungai.

Warga dan Petugas dari Disdamkartan Bontang berfoto usai mengevakuasli buaya yang berukuran besar, Minggu (2/6/2019)
Warga dan Petugas dari Disdamkartan Bontang berfoto usai mengevakuasli buaya yang berukuran besar, Minggu (2/6/2019) (HO-DISDAMKARTAN BONTANG)

Warga yang menyadari kehadiran satwa ini langsung menghubungi petugas untuk evakuasi.

Menggunakan alat tangkap sederhana, 10 orang petugas segera melakukan evakuasi.

Sempat berontak, namun buaya ini berhasil dijinakkan.

Kemudian diserahkan ke Balai Taman Nasional Kutai (TNK).

“Tapi kata warga masih ada buaya lagi di kawasan ini,” ujar Koordinator Lapangan, Danton Norman.

Sementara itu, Kepala Balai TNK Nur Fitria melalui Petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Dedi Setiawan mengatakan buaya ini rencananya tak bakal dilepaslirkan ke habitat.

Sebab, ukuran yang jumbo dikhawatirkan buruan mangsa bukan lagi ikan-ikan di muara atapun sungai namun mangsa yang lebih besar.

“Kami serahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dikirim ke penangkaran,” kata Dedi. 

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Buaya Jatuh Menimpa Genteng Rumah Warga Kota Malang Hingga Jebol, Turun dari Langit? Kisahnya Viral, https://suryamalang.tribunnews.com/2019/07/10/buaya-jatuh-menimpa-genteng-rumah-warga-kota-malang-hingga-jebol-turun-dari-langit-kisahnya-viral?page=all.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved