Setelah Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Bagaimana dengan Pemulangan Rizieq Shihab?

Lantas bagaimana nasib syarat rekonsiliasi yang sempat mengemuka sebelum pertemuan Jokowi dan Prabowo hari ini?

Editor: Amalia Husnul A
Tribunnews/Jeprima
Presiden Joko Widodo saat bertemu calon presiden Prabowo Subianto usai sama-sama mencoba kereta MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Joko Widodo yang ditetapkan sebagai calon presiden terpilih pada pemilihan presiden 2019. 

Namun, Dahnil tak menyinggung secara langsung soal syarat pemulangan Rizieq Shihab.

"Sobat. Saya percaya dg komitmen Pak @prabowo menjaga tujuan kebangsaan yg lebih besar. Menyelamatkan yg pantas dan harus diselamatkan. Beliau paham betul makna "leiden is lijden" disetiap keputusan politik yg beliau lakukan," tulisnya.

Beberapa jam kemudian, Dahnil kembali membuat cuitan.

Ia menyebut Prabowo Subianto sebagai ksatria.

"Dia menahan perih tuduhan demi kebaikan banyak orang, yg butuh dibantu. Hal yg sama, bertahun-tahun dia alami demi menjaga martabat negara yg tanah dan airnya ia cintai. Anda Ksatria Pak, meski banyak yg tak paham," cuitnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani tak menampik salah satu syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo Subianto dengan Jokowi, adalah pemulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Rizieq Shihab kini memilih tinggal di Arab Saudi, karena menghadapi sejumlah perkara hukum di Indonesia.

"Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq Shihab). Kemarin-kemarin kan banyak ditahan-tahanin ratusan orang," katanya, Selasa (9/7/2019).

Menurut mantan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi itu, dengan adanya pemulangan Rizieq Shihab, diharapkan pertentangan di tengah masyarakat akibat perbedaan pandangan politik, bisa mengendor.

BACA JUGA:

Siap Bantu Jika Dibutuhkan,Ini Transkrip Lengkap Pidato Prabowo saat Ketemu Jokowi di Stasiun MRT

Sekjen Gerindra Dan Wakil Ketua BPN, Ahmad Muzani di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dijadwalkan, Jumat, (24/5/2019).

Karena, menurutnya inti dari islah atau rekonsiliasi adalah meniadakan dendam.

"Harus meniadakan bahwa saya pemenang dan kamu yang kalah. Saya penguasa, kamu yang dikuasai. Saya yang benar, kamu yang salah."

"Sehingga, islah itu tidak akan terjadi kalau dendam yang seperti itu masih terjadi," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved