Kebakaran di Jalan Hasan Basri, Petugas Damkar Samarinda Jadi Korban Pengeroyokan

Kejadian yang terjadi pada Minggu (14/7) tengah malam, sekitar pukul 00.30 Wita itu menyisakan kekhawatiran terhadap petugas pemadam kebakaran

Kebakaran di Jalan Hasan Basri, Petugas Damkar Samarinda Jadi Korban Pengeroyokan
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
KEBAKARAN - Asap mengepul dari lokasi kebakaran di Jalan Hasan Basri, RT 21, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Hasan Basri, RT 21, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, meninggalkan cerita lain.

Kejadian yang terjadi pada Minggu (14/7) tengah malam, sekitar pukul 00.30 Wita itu menyisakan kekhawatiran terhadap petugas pemadam kebakaran, termasuk unsur relawan mengenai keamanannya selama melakukan pemadaman api.

Pasalnya, warga yang panik, yang ingin tempat tinggalnya segera dipadamkan, tidak segan bertindak di luar kendali, seperti mengambil paksa selang petugas, memaki petugas, hingga terjadi aksi pemukulan, dan jenis pengancaman lainnya.

Kejadian itu pun kembali terulang, kali ini korbannya merupakan anggota Damkar Kota Samarinda, Heri Suhendra yang bertugas menghimpun data, serta informasi mengenai terjadinya suatu musibah kebakaran.

KEBAKARAN - Asap mengepul dari lokasi kebakaran di Jalan Hasan Basri, RT 21, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (14/7/2019).
KEBAKARAN - Asap mengepul dari lokasi kebakaran di Jalan Hasan Basri, RT 21, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (14/7/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D)

Malam itu, dengan menggunakan rompi orens pemadam, serta kelengkapan lainnya, dirinya mulai menjalankan tugasnya.

Tidak lama berselang setelah berada di lokasi kebakaran, dirinya dikeroyok oleh sekitar tujuh orang lebih, bahkan dirinya melihat ada anggota relawan yang juga ikut memukuli dirinya.

"Sekitar tujuh orang, saya lihat juga ada anggota relawan yang ikut mukul, pakai seragam dia," ucap Heri di sela musibah kebakaran, Minggu (14/7/2019).

Dia mengaku keributan itu terjadi usai dirinya berkoordinasi dengan relawan setempat. Pasalnya saat itu kondisi listrik belum sepenuhnya padam.

Bahkan, saat komunikasi itu dilakukannya, anggota relawan tersebut sempat berkata, "Ini wilayah ku."

Akibat aksi pemukulan tersebut, luka dialami Heri di bagian wajah.

Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved