SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88

TGPF sudah membeber fakta baru kasus penyiraman air keras pada Penyidik KPK Novel Baswedan. Mulai motif balas dendam, dan melampaui kewenangan

SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88
Kolase Tribunnews & Twitter @KPK_RI
SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88 

TRIBUNKALTIM.CO  - SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Keterlibatan Polisi Australia Hingga Densus 88

Rabu (17/7/1019), Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF membeber hasil kerjanya terkait kasus penyiraman air keras ke Penyidik KPK Novel Baswedan.

Berbagai fakta baru dipaparkan TGPF terkait temuan pada kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan.

Namun, dari sekian fakta baru yang dipaparkan, belum bisa mengarah pada siapa dalang pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan.

Berikut perkembangan terkini kasus Novel Baswedan yang dihimpun dari berbagai sumber

1. Ingin Buat Novel Baswedan Menderita

Dalam konferensi pers, Tim TGPF menyebutkan berdasarkan hasil penyelidikan, zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel Baswedan adalah asal sulfat (H2SO4).

Serangan terhadap Novel Baswedan ini tidak dimaksudkan untuk membunuh hanya untuk membuat menderita.

Menurut anggota TGPF Nur Kholis, zat tersebut berkadar larut dan tidak pekat sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel.

"Dan baju gamis korban tidak mengalami kerusakan dan penyiraman itu tidak mengakibatkan kematian," kata Nur Kholis dalam jumpa pers mengenai hasil penyelidikan TGPF di Mabes Polri, Rabu (17/7/2019), dilansir dari Kompas.com.

Penyidik KPK Novel Baswedan sedang diskusi di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/04/2019). Acara tersebut memperingati 2 tahun atas penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan hingga sekarang kasusnya belum terungkap.
Penyidik KPK Novel Baswedan sedang diskusi di Lobi Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/04/2019). Acara tersebut memperingati 2 tahun atas penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan hingga sekarang kasusnya belum terungkap. (TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH)
Halaman
1234
Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved