SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88

TGPF sudah membeber fakta baru kasus penyiraman air keras pada Penyidik KPK Novel Baswedan. Mulai motif balas dendam, dan melampaui kewenangan

SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88
Kolase Tribunnews & Twitter @KPK_RI
SEDERET FAKTA Baru Kasus Novel Baswedan, Balas Dendam, Keterlibatan Polisi Australia dan Densus 88 

TGPF kemudian menemukan ada keanehan yang terjadi pada 5 April 2017 dan 10 April 2017.

"Pada 5 April 2017, ada satu orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel Baswedan," kata anggota TGPF Novel Baswedan, Nurkholis, dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Rabu (17/7/2019).

"Pada 10 April 2017 ada dua orang tidak dikenal yang berbeda waktu, yang diduga berhubungan dengan peristiwa penyerangan pada 11 April 2017," kata dia.

Nurkholis mengatakan, hasil investigasi TGPF ini berdasarkan reka ulang tempat kejadian perkara dan analisis rekaman kamera CCTV.

TGPF juga mendapatkan bantuan dari Australia Federal Police dalam kasus ini.

5. Ada Densus 88 di Tim Teknis

Tim teknis lapangan yang bertugas mengungkap kasus penyerangan terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan akan diisi anggota dengan berbagai kemampuan.

Dilansir dari Kompas.com, Pembentukkan tim itu merupakan rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

"Tim ini melibatkan dari satgas-satgas yang sangat profesional seperti tim interogator, tim surveillance, tim penggalangan, tim Inafis, bahkan Densus 88 pun diturunkan," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen M. Iqbal, saat konferensi pers penyampaian hasil investigasi TGPF di Mabes Polri, Rabu (17/72019).

Petugas Densus 88 Anti Terror.
Petugas Densus 88 Anti Terror. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Tim ini akan dipimpin Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Idham Azis.

Tim teknis lapangan ini akan bekerja paling lambat dalam 6 bulan dan bisa diperpanjang masa kerjanya.

Nantinya, Idham yang akan memilih anggota dari tim tersebut.

"Bapak Kabareskrim akan segera menunjuk seluruh personel yang ada di dalam tim ini mempunyai kapasitas terbaik," ujarnya.

.

Sederet Fakta Aneh Diungkap TGPF Sebelum Penyiraman Air Keras Pada Novel Baswedan, Ini Bentuknya

Ini Jenis ZAT KIMIA yang Disiramkan ke Wajah Novel Baswedan, Bukan Dimaksudkan untuk Membunuh

Polri Bersama Tim Gabungan Ungkap Fakta Baru Kasus Novel Baswedan, Rabu (17/7/2019)

6. Belum Ada Hasil

Indonesia Corruption Watch atau ICW) menilai, belum tuntasnya kasus penyerangan terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan oleh TGPF menjadi beban bagi kepolisian.

Seperti diketahui, TGPF dibentuk oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Dari hasil yang dipaparkan TGPF, belum ada tanda-tanda pelaku atau dalang penyerangan itu diungkap.

"Lagi-lagi publik akan mempertanyakan pemerintah, dalam hal ini Presiden, kenapa kasus Novel tidak kunjung tuntas," ujar peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz, Jakarta, Rabu (17/7/2019), dilansir dari Kompas.com.

Publik, menurut Donal, pasti akan mengawal dan menagih janji Polri untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan terhadap Novel.

Menurut Donal, Polri perlu serius dalam menangani kasus Novel. Jika kasus ini tidak juga terungkap, Donal menilai bahwa polisi akan dianggap tidak serius menangani kasus ini.

"Hal itu berimplikasi pada legitimasi institusi kepolisian, karena akan menjadi bahan yang selalu dipertanyakan dan ditagih publik," ucapnya. (*)

(Tribunkaltim.co/Rafan A Dwinanto)

Subscribe YouTube newsvideo tribunkaltim:

Baca juga:

Beredar Daftar Nama Menteri Kabinet Jokowi-Maruf, Susi-Jonan Bertahan, Angela dan Grace Masuk

Dua Direktur Ajak Tidur Pramugari: Hotman Paris: Selamatkan Pramugari dari Terkaman Pemangsa Berbini

Mengaku Buat Biaya Persalinan Istri, Pemuda Ini Nekat Maling Kotak Infaq di Balikpapan

Raffi Ahmad Salah Tingkah Jumpa Mantan Kekasih, Tyas Mirasih: Sejak Kapan Lo Manggil Gue Mbak?

Media Italia Buka Gaji Mario Gomez di Indonesia, Ternyata Segini Besarannya

Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved