Ditolak Masuk Kabinet oleh Partai Pendukung Jokowi-Maruf, Begini Jawaban Tegas dari PAN dan Gerindra
Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, hingga PKB menolak masuknya PAN, Demokrat dan Gerindra ke Kabinet Jokowi-Maruf. Dan direspon Bara Hasibuan
Sedangkan, Partai Gerindra masih belum memberikan kepastian apakah bersedia masuk ke dalam kabinet.
Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade, sebagian besar kader di partainya lebih memilih untuk menjadi oposisi.
Namun, ini bukan berarti Partai Gerindra menutup pintu untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kemudian menyatakan, partainya akan menawarkan program kepada Jokowi-Ma'ruf jika diajak bergabung.
Apa saja konsep yang ditawarkan Partai Gerindra?
"Konsep kemandirian pangan, ketahanan energi.
Pokoknya itu jadikan satu konsep.
Kalau konsep mandiri-mandiri itu kemudian diterima (Jokowi-Ma'ruf), lalu kan nanti akan dihitung bidangnya berapa, orangnya berapa, kan begitu," ujar Dasco ketika dihubungi Jumat (19/7/2019).
Jika pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bersedia menerima konsep itu, maka partai berlambang Garuda itu bersedia bergabung.
Namun, jika tawaran itu ditolak maka Partai Gerindra tetap memilih menjadi oposisi.
Tanggapan PKB dan PDI Perjuangan
Perebutan kursi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo jilid kedua mulai memanas.
Partai politik pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin mulai menunjukkan penolakan terhadap wacana masuknya parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Beberapa parpol yang disebut tidak menolak jika ditawari masuk ke koalisi pemerintahan ialah Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.
Panasnya perebutan kursi menteri terlihat dari penolakan PKB atas wacana masuknya PAN ke dalam koalisi pemerintahan.