Pendidikan

Usulan Rektor Asing di Perguruan Tinggi Indonesia, Rektor ITK Balikpapan: Setuju Kalau Ada yang Mau

Presiden Joko Widodo mendukung rekrutmen rektor asing di sejumlah perguruan tinggi negeri. Rektor ITK Balikpapan tebak rektor asing tak ada yang mau.

Usulan Rektor Asing di Perguruan Tinggi Indonesia, Rektor ITK Balikpapan: Setuju Kalau Ada yang Mau
Tribunkaltim.co/ Budi Susilo
Prof Ir Budi Santosa Purwokartiko Ph.D, Rektor ITK Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Ketika puluhan pemain asing main di liga Indonesia, nggak ada yang ribut. Ketika tim sepak bola dilatih orang asing , juga tidak ada yang ribut.

Ketika ribuan pekerja asing bekerja di Total, Chevron, Newmount, Petro China, Conoco Philips juga nggak seramai ide 1-2 rektor dicoba di PTN kita. Cuma 1-2 rektor dulu, ributnya seperti semua rektor akan diganti. 

Apa saya setuju?

Setuju, kalau ada yang mau. Belum tentu ada orang asing yang mau jadi rektor di Indonesia dengan target masuk 100 besar dunia dengan regulasi keuangan, kepegawaian, kepangkatan seperti sekarang. Jangan GR dulu.

Hanya bule yang linglung mau menerima tawaran rektor di Indonesia dengan kondisi seperti sekarang.

Seminggu mungkin minta berhenti.

Tapi sekolah2 katolik yang dipimpin para broeder dari Belanda telah membuktikan kualitas yang bagus di level pendidikan menengah.

Tahu nggak bahwa ketika saya usul uang bidik misi (beasiswa pendidikan mahasiswa berprestasi) per mahasiswa dinaikkan dari 700 rb ke angka yang lebih tinggi ternyata jawaban pemerintah, "nggak bisa.

Itu cuma bantuan.

Memang nggak cukup."

DPR punya andil, DPR nggak setuju jumlah dana beasiswa dinaikkan agar lebih layak.

Bagi DPR lebih banyak jumlah mahasiswa yang menerima Bidik Misi lebih baik dari pada jumlah dana per orangnya dinaikkan.

Mengapa begitu? Karena DPR memakai bidik misi untuk cari suara.

Lebih banyak jumlah orang lebih penting bagi DPR.

Tahu nggak bahwa dana 20 persen APBN ternyata dipakai untuk semua level pendidikan dan jenis pendidikan, termasuk yang dibawah kemenag, kedinasan, universitas pertahanan, gaji dan tunjangan dosen guru.

Nah ide rektor asing ini sebenarnya akan membuka semua kelemahan sistem pendidikan tinggi kita termasuk jumlah dana, dana penelitian, aturan penggajian, aturan kepagawaian, aturan kepangkatan.
Jadi sebagai sebuah gebrakan rektor asing ini bagus, membangunkan kita semua.

Gedung perkuliahan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan, Karang Joang, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (12/3/2017) siang.
Gedung perkuliahan mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan, Karang Joang, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (12/3/2017) siang. (TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO)

Bukan Sembarangan Rektor Asing

Menristek Dikti Mohamad Nasir dalam kesempatannya, beberapa hari terakhir ini, menegaskan, usulan rektor asing dihadirkan di perguruan tinggi di Indonesia tentu saja bukan main asal comot, bukan sekedar label rektor asing langsung dipercaya dipakai jasanya. Tentu saja, kata dia, ada kriteria kompetensi yang harus dipenuhi.

Melansir dari Tribunnews.com, Jumat (26/7/2019), Nasir mengatakan, pihaknya akan menetapkan standar kompetensi yang tinggi bagi rektor asing yang memimpin perguruan tinggi di Indonesia.

Ia mengatakan jangan sampai rektor asing yang memimpin kampus-kampus di Indonesia justru memiliki kompetensi yang sama dengan rektor dari dalam negeri.

Lima Perguruan Tinggi Bakal Diujicoba Dipimpin Rektor Asing, Begini Penjelasan Menristekdikti

"Jangan sekadar asing saja. Kalau sekadar asing artinya orang hanya mencari pekerjaan, lah ini akan menggusur pekerjaan orang kita sendiri. Enggak boleh ini. Harus tetap punya nilai lebih. Ini yang harus kita jaga," lanjut Nasir.

Diberitakan, Kemenristekdikti merencanakan pada tahun 2020 sudah ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang dipimpin rektor terbaik luar negeri dan tahun 2024 jumlahnya akan ditambah menjadi lima PTN.

"Kita baru mappingkan, mana yang paling siap, mana yang belum dan mana perguruan tinggi yang kita targetkan (rektornya) dari asing. Kalau banyaknya, dua sampai lima (perguruan tinggi dengan rektor luar negeri) sampai 2024. Tahun 2020 harus kita mulai," tegas Menristekdikti Mohamad Nasir.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved